Bermukun Se-Borneo Buka Peluang Kolaborasi Guling Tangan dan Gamelan

  • 29 Sep 2026 13:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta—Radio Republik Indonesia (RRI) Yoyakarta menjadi tuan rumah delegasi Radio Televisyen Malaysia (RTM) dan Radio Televisyen Brunei (RTB) dalam Program Bermukun Se-Borneo 2026. Program tersebut akan menampilkan pertunjukan kolaborasi dari ketiga lembaga.

Kegiatan tahunan yang berlangsung selama 6 hari dari tanggal 28 September hingga 3 Oktober 2026 mendatang mengangkat tradisi bermukun sebagai pertunjukan utama yang akan ditampilkan di Auditorium RRI Yogyakarta.

Ketua delegasi Radio Televisyen Brunei (RTB) Noor Hawadah binti Ramle mengungkapkan pertunjukan tersebut akan mengangkat beberapa tema.

“Kami akan membawakan 3 tema dalam Program Bermukun Se-Borneo, yaitu tahun baru 2027, hari raya Idulfitri, dan persahabatan,” ucapnya.

“Selain pertunjukan, kita juga akan dibawa ke tempat-tempat menarik di Yogyakarta. Itu adalah kegiatan yang paling saya nantikan karena ini pertama kalinya saya datang dan saya betul-betul ingin melihat keunikan dan keistimewaan di tempat ini,” lanjutnya.

Noor mengungkapkan budaya bermukun sudah berlangsung selama ratusan tahun. Budaya ini datang dari Serawak, Malaysia, dan mulai diperkenalkan di Brunei sekitar tahun 1940. Menurutnya, budaya ini penting untuk dilestarikan oleh masyarakat luas.

Hal serupa disampaikan oleh ketua delegasi Radio Televisyen Malaysia (RTM) Mohd Yusni bin Mohamed Ali. “Kami akan mempersembahkan kebudayaan bersama, yaitu seni bermukun supaya lebih dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Mohd Yusni mengungkapkan bahwa program tersebut bertujuan untuk menguatkan kerja sama antar lembaga, serta sebagai sarana pertukaran program. Hal ini disampaikan pada acara penyambutan delegasi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 29 September 2026 di ruang rapat RRI Yogyakarta.

“Tujuan utama program ini adalah sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Kita juga bisa bersama-sama memajukan seni dan budaya,” ucapnya.

Mohd Yusni berharap program tersebut dapat melahirkan kerja sama lainnya di kemudian hari. Sejalan dengan hal tersebut, Noor juga mengungkapkan peluang kerja sama di bidang musik.

“Saya berharap terjalin kerja sama di bidang seni lainnya. Kita memiliki persamaan di bidang musik. Di Brunei ada kesenian tradisional bernama guling tangan, yang disebut sebagai gamelan di Indonesia dan Malaysia. Mungkin itu bisa menjadi topik kerja sama yang menarik di kemudian hari,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....