UIN Sunan Kalijaga Dorong AI dan Nalar Kritis Mahasiswa
- 28 Sep 2026 19:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kampus masa depan yang unggul dituntut mampu menjawab tantangan zaman, mengembangkan ilmu-ilmu baru, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran tanpa mengesampingkan nalar kritis mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi dalam kegiatan Milad ke-75 UIN Sunan Kalijaga di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Senin, 28 September 2029.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum bersejarah untuk masa depan yang menjanjikan melalui pengembangan ilmu dan menjawab kebutuhan masyarakat di era globalisasi,” ujarnya.
Menurut Noorhaidi, penggunaan AI mulai menjadi bagian dari kehidupan akademik. Namun, UIN Sunan Kalijaga perlu menetapkan standar etika agar mahasiswa tetap mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif.
Ia menegaskan, selama kemampuan berpikir manusia tetap diarahkan oleh etika, manusia akan tetap memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban.
“Jadi ada upaya kami dalam menyeimbangkan antara ekspansi AI dengan mempertahankan hal-hal sederhana yang menjadi fundamental dari peradaban umat manusia,” ucap Noorhaidi.
Senada dengan hal tersebut, Dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Euis Nurlaelawati mengatakan AI dapat membantu meningkatkan pengetahuan. Namun, menurutnya, ruh akademik dapat berkurang apabila pemanfaatan teknologi tidak diimbangi kemampuan berpikir kritis.
Euis mendorong mahasiswa untuk membangun kebiasaan membaca dan menjaga etika selama menempuh pendidikan. Hal tersebut dinilai penting untuk membentuk akademisi yang unggul sekaligus mampu memberikan dampak secara global.
“Menurut saya, mahasiswa harus membaca. Sesuai pesan dalam Al-Qur’an ’Iqro’, membaca karya-karya yang ditulis murni oleh tangan manusia, dan saling menghargai dalam kegiatan akademik,” ucapnya. (Asriadi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....