Balai Bahasa Dorong Generasi Muda Membahanakan Bahasa dan Sastra
- 22 Sep 2026 16:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO,ID, Yogyakarta - Balai Bahasa Yogyakarta terus mendorong masyarakat membahanakan bahasa dan sastra melalui pembinaan, pengembangan, serta pelindungan secara konsisten. Upaya tersebut mencakup bahasa Indonesia, bahasa daerah, khususnya Jawa, serta penguasaan bahasa asing sesuai perkembangan zaman saat ini.
Bahasa dinilai bersifat dinamis karena terus berkembang mengikuti perubahan zaman, masyarakat, teknologi, dan kebutuhan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan bahasa tetap perlu menyesuaikan konteks, terutama ketika masyarakat berkomunikasi dalam situasi formal dan tertulis secara tepat.
Membahanakan bahasa tidak sekadar memperkenalkan, tetapi mendorong masyarakat menggunakannya agar tumbuh rasa cinta dan apresiasi secara berkelanjutan. Selain Bahasa Indosia, Bahasa daerah juga menjadi penanda identitas sekaligus pembentuk karakter karena menyimpan nilai kearifan lokal yang dimiliki setiap masyarakat di Indonesia.
“Bahasa itu dinamis, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan konteks, tempat, dan situasi komunikasi yang sedang berlangsung,” jelas Bu Nuyati selaku Tim Humas dari Balai Bahasa DIY. Balai Bahasa Yogyakarta sendiri turut memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui pengawasan dan pengendalian penggunaan Bahasa Indonesia maupun daerah di ruang publik.
Pengawasan tersebut mencakup penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah pada papan petunjuk, baliho, papan nama, serta fasilitas publik daerah. Untuk bahasa Jawa, berbagai program revitalisasi dan pelindungan dilakukan agar warisan kebahasaan tetap diteruskan kepada generasi muda berikutnya.
Peran generasi muda juga dilibatkan melalui Duta Bahasa karena dinilai memiliki kreativitas, jaringan luas, dan kedekatan dengan teknologi digital. Selain itu, dokumentasi bahasa dilakukan melalui tata bahasa, kamus, tesaurus, ensiklopedia, glosarium, serta pengembangan korpus kebahasaan yang dilakukan secara berkala.
Dokumentasi penting dilakukan karena sejumlah kosakata dapat menghilang ketika benda, alat, atau kebiasaan masyarakat tidak digunakan secara perlahan. Karena itu, membahanakan bahasa dan sastra menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, serta seluruh masyarakat Indonesia. (Gilang Kinantyo Rahmat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....