Kabar Duka: Budayawan Legendaris Susilo Nugroho 'Den Baguse Ngarso' Meninggal Dunia
- 22 Sep 2026 12:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kabar duka menyelimuti dunia seni dan budaya Yogyakarta, seorang seniman dan budayawan kawakan Drs. Susilo Nugroho atau dikenal luas sebagai Den Baguse Ngarso berpulang, Senin, 21 September 2026. Almarhum meninggal sekitar pukul 17.30 WIB pada usia 67 tahun di rumah duka Jl. Cuwiri III no 529, Mantrijeron, Kec. Mantrijeron, Yogyakarta.
Diketahui, Den Baguse Ngarso meninggal di teras halaman rumahnya dalam posisi tidur. Jenazah akan dimakamkan pada Hari Selasa, 22 September 2026, pukul 14.00 WIB, dari Rumah Duka menuju Makam Krapyak Yogyakarta.
Salah satu kerabat mendiang, Uri mengungkapkan, sebelum ditemukan meninggal, Susilo masih melakukan aktivitas seperti biasa. Termasuk saat hari Minggu, 20 September 2026 sore diketahui Susilo yang tinggal bersama istrinya masih menerima tamu, bahkan membeli bakmi.
Uri mengungkapkan, ketika malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, Susilo mengeluhkan sakit pada bagian dadanya dan sempat dipijit sebelum akhirnya tertidur. Menurutnya, sang istri sempat menghubungi keluarga menanyakan kondisi Susilo karena sedang berada di Solo.
Keluarga sempat curiga ketika Susilo tidak kunjung bangun hingga siang hari. Untuk memastikan kondisi tersebut, Uri kemudian datang ke rumah dan mendapati Hesti yang merupakan kakak ipar almarhum sedang menangis.
Saat berusaha membangunkan, Uri menemukan tubuh Susilo sudah terasa dingin dan kaku. Sehingga diputuskan untuk memanggil petugas kesehatan setempat untuk memastikan kondisi Susilo dan dari pemeriksaan awal dinyatakan telah meninggal dunia.
"Pak Eko itu di sini sebagai mantri gitu kan, dokter gitu. Saya ke sana, terus Pak Eko ke sini (mengabarkan) 'mbak sudah enggak ada'. Ini sudah kaku sudah lama ini kemungkinan," ujarnya.
Drs. Susilo Nugroho tidak hanya dikenal sebagai seorang pelawak, tetapi merupakan seniman teater, aktor, pemain ketoprak, sekaligus pendidik. Nama Den Baguse Ngarso melekat pada karakter sosok yang memiliki ciri khas tahi lalat di bawah mata sebelah kiri dan jarang tersenyum saat memerankan karakter antagonis dalam siaran Mbangun Desa, TVRI Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....