Merawat Persaudaraan ditengah Perbedaan
- 22 Sep 2026 07:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Manusia hidup di tengah masyarakat yang beragam. Perbedaan suku, budaya, bahasa, organisasi, agama, cara pandang, dan lain sebagainya.
“Satu hal yang perlu disadari bahwa perbedaan itu adalah realitas kehidupan,” ucap Ustadzah Ledil Izzah, SHI, M.Pd.I dari Pimpinan Wilayah Muslimat NU DIY dalam Mutiara Pagi Pro 1 hari Minggu, 20 September 2026.
Islam mengajarkan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan. Seperti tertuang dalam ayat Alquran yang artinya agar kalian saling mengenal, bukan saling membenci.
“Ketika kita mau mengenal, kita akan belajar memahami. Ketika kita mau memahami, kita akan lebih mudah menghormati. Dan ketika kita mampu menghormati, insyaallah persaudaraan akan tumbuh,” ucapnya lagi.
Tidak ada dua manusia yang benar-benar sama. Allah menciptakan warna kulit, bahasa, budaya, bangsa, dan suku yang beragam. Bahkan karakter manusia pun berbeda-beda. Ada yang lembut, tegas, pendiam, banyak bicara, ada yang cepat mengambil keputusan, namun ada yang membutuhkan waktu untuk berpikir.
Kalau Allah menghendaki semua manusia sama, tentu Allah sangat-sangat mampu. Tetapi Allah memilih menciptakan manusia dalam keberagaman. Karena itu jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk kehilangan persaudaraan.
“Kita boleh berbeda pendapat tetapi jangan berbeda dalam menjaga adab. Kita boleh sepakat atau tidak sepakat dalam suatu hal tetapi jangan kehilangan rasa hormat,” ujarnya.
Dalam Islam, persaudaraan memiliki dimensi yang luas. Ukhuwah Islamiyah, yakni persaudaraan sesama muslim. Ukhuwah wa toniyah, persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Serta ukhuwah insaniah yaitu persaudaraan sesama manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....