PMI Bantul Bekali PMR Wira Ciptakan Sekolah Aman

  • 19 Sep 2026 00:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Upaya tersebut dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan PMR Wira Utama PMI Kabupaten Bantul Tahun 2026.

Pelatihan ini mengusung tema “Empowering Youth, Building Safe Spaces”. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dua malam pada 18–20 September 2026 di Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.

Selain keterampilan kepalangmerahan, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai peer support dan peer educator, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mendengarkan, memberikan dukungan awal, serta mengarahkan teman sebaya yang membutuhkan bantuan kepada pihak yang tepat.

Isu perundungan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. Perundungan dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga melalui media digital. Kondisi tersebut dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan diri, serta kesejahteraan psikososial remaja sehingga diperlukan peran aktif generasi muda dalam membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Pembekalan PMR Wira Utama PMI Bantul menjadi langkah menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan. (Foto: Humas PMI Bantul)

Ketua Panitia Pendidikan dan Pelatihan PMR Wira Utama PMI Kabupaten Bantul Tahun 2026, Miladdiena Maharani Mahfudhoh, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan kemampuan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

“Peserta terpilih akan dibekali dengan materi utama peer educator, peacebuilding, safeguarding, dan team building,” ujar Miladdiena.

Proses menuju pelatihan diawali dengan rekrutmen dan seleksi yang melibatkan unit PMR tingkat Wira di Kabupaten Bantul. Sebanyak 42 unit PMR Wira menjadi sasaran rekrutmen, dengan setiap unit dapat mengirimkan satu tim yang terdiri atas dua anggota PMR kelas XI.

Seleksi mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kemampuan menyampaikan gagasan, kerja sama, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, hingga kepemimpinan. Dari proses tersebut, sebanyak 10 tim atau 20 anggota PMR Wira dinyatakan lolos mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Materi pelatihan diberikan secara bertahap selama tiga hari. Hari pertama diisi pembekalan mengenai program PMR Wiratama dan penguatan metode peer educator. Pada hari kedua, peserta mempelajari peacebuilding dan safeguarding, sedangkan hari ketiga dilanjutkan dengan team building serta penyusunan rencana kerja tindak lanjut yang akan diterapkan di unit PMR masing-masing.

“Setelah mendapatkan pendampingan, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan bebas perundungan,” ucap Miladdiena.

PMI Kabupaten Bantul berharap hasil pendidikan dan pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para peserta didorong membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kembali ke sekolah masing-masing, sekaligus menyusun dan menjalankan rencana kerja bersama anggota PMR lainnya.

Melalui PMR Wira Utama, PMI Bantul berharap terbentuk kader muda yang mampu memberikan dukungan awal kepada teman sebaya, menguatkan budaya saling menghargai, serta mengembangkan ruang aman dan inklusif di lebih banyak sekolah di Kabupaten Bantul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....