Waspada ISPA Mengintai Dibalik Debu Kemarau

  • 18 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan di tengah puncak musim kemarau 2026 akibat udara yang kering, debu yang beterbangan, serta meningkatnya polusi.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan kenaikan jumlah penyakit ISPA terbilang signifikan, kemarau panjang dinilai menjadi faktor peningkatan jumlah kasus tersebut. Terlebih, musim kemarau yang kering juga memicu debu yang dapat mengganggu pernapasan.

“Kasus ISPA terdeteksi mengalami kenaikan hingga 1000an lebih penderita, di 5 Puskesmas diantaranya Mlati 2, Seyegan, Depok 2, Kalasan, Godean 1, dan umumnya terjadi pada anak-anak usia sekolah”, katanya ketika menjadi narasumber Dialog Tanggap Bencana di RRI Yogyakarta, Selasa 15 September 2026.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, FX. Wikan Indrarto menjelaskan orang tua untuk memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk menjaga imunitas.

“Kalau anak memang terinfeksi ISPA, sebaiknya orang tua harus mencukupi kebutuhan cairan dengan memberikan banyak air putih agar lendir di saluran napas tetap encer dan debu lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh”, katanya.

Ia mengimbau masyarakat di musim kemarau dan kering ini untuk senantiasa memenuhi nutrisi seimbang dengan meningkatkan daya tahan tubuh anak melalui makanan bergizi kaya vitamin dan buah-buahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....