Menjelang Pilur Serentak, Bhabinkamtibmas Bantul Diminta Perkuat Deteksi Dini

  • 12 Sep 2026 23:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menekankan pentingnya netralitas seluruh Bhabinkamtibmas menjelang Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026. Setiap personel diminta tidak terlibat dalam politik praktis sekaligus memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan selama tahapan pemilihan berlangsung.

Arahan itu disampaikan Bayu saat memimpin Apel Bhabinkamtibmas di halaman Mapolres Bantul, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama (PJU) dan seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polres Bantul.

Kapolres menyatakan, Pilur Serentak 2026 di Kabupaten Bantul akan dilaksanakan pada 4 Oktober 2026. Menghadapi agenda tersebut, Bayu meminta personel di tingkat kalurahan meningkatkan kepekaan terhadap perkembangan situasi di lingkungan masing-masing.

“Sebagai ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas harus senantiasa peka mencermati situasi yang berkembang dan mampu mendeteksi awal potensi gangguan sehingga kita dapat melakukan pencegahan dini,” ucapnya.

Selanjutnya, Bayu meminta agar kegiatan sambang warga dari rumah ke rumah juga harus ditingkatkan. Selain itu, komunikasi dengan berbagai pihak perlu terus dibangun mulai dari panitia pemilihan, pemerintah kalurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, calon lurah, hingga para pendukungnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memetakan kondisi setiap wilayah sekaligus mengantisipasi persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Sebab, kerawanan dapat muncul tidak hanya saat pemungutan suara, tetapi sejak proses pencalonan hingga tahapan setelah pemilihan.

“Bhabinkamtibmas harus bisa menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam praktik politik praktis. Petakan area atau wilayah potensi kerawanan yang dapat berkembang menjadi konflik, seperti persaingan antar-pendukung, politik uang, intimidasi, hingga penyebaran berita bohong,” ujarnya.

Jangan sepelekan potensi kerawanan

Tak lupa, Bayu juga berpesan agar seluruh personel tidak memandang sepele setiap potensi kerawanan sekecil apa pun. Menurutnya, keberhasilan pengamanan dapat diukur dari langkah antisipatif dalam mencegah persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

“Jangan sampai kita meremehkan dinamika yang terjadi. Pengamanan harus dilakukan sejak dini, bukan hanya pada saat hari pemungutan suara,” katanya.

Untuk itu, Bayu menekankan perlunya kerja sama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia pemilihan, dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis harus tetap diimbangi dengan ketegasan dalam menindak setiap potensi pelanggaran.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kita ingin seluruh tahapan Pilur Serentak 2026 berjalan aman, damai, dan demokratis,” ucapnya, menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....