Penguatan Komunitas Difabel di Magelang
- 08 Sep 2026 16:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Keterbatasan fisik tidak menyurutkan Makmun Ismanto untuk berkembang melalui komunitas difabel di Magelang. Komunitas ini dibentuk sekitar 3 tahun lalu.
“Saya mengalami polio sejak kecil, tetapi hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk terus berjuang agar difabel tidak memiliki stigma negatif di masyarakat,” ucap Ketua Komunitas Difabel yang juga penyandang tuna daksa dalam Dialog Jogja Siang Ini Ruang Disabilitas di Pro 1 beberapa hari lalu.
Untuk membuat komunitas ini semakin berkembang, Makmun menuturkan jika ada pertemuan rutin yang selalu dilakukan yaitu setiap Minggu Pon, 28 hari sekali. Setiap pertemuan ada iuran kas anggota.
Tahun 2025 lalu komunitas ini mampu berbagi kebahagiaan ke tempat ibadah sekitar. Seperti alat-alat kebersihan. “Memang belum banyak yang bisa kita berikan, tetapi setidaknya itu bermanfaat bagi sesama,” ucapnya lagi.
Selain dari anggota komunitas, support pendanaan juga datang dari pemerintah daerah. Support lainnya berupa pelatihan-pelatihan. Seperti pelatihan potensi SDM bagi anggota dan pengurus, pelatihan menjahit, pelatihan komputer, dan keterampilan lain.
Pemerintah juga mengalokasikan jatah lapangan kerja bagi penyandang difabel. Untuk kesehatan, ada fasilitas BPJS KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang bisa diakses seluruh masyarakat.
Lebih lanjut, Makmum menyampaikan saat ini komunitasnya masih memperjuangkan fasilitas publik yang inklusif. Seperti tempat yang ramah bagi pengguna kursi roda, guide block, dan papan pengumuman braile untuk tuna netra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....