ARTJOG 2026 Berakhir, Refleksi untuk Ekosistem Seni

  • 01 Sep 2026 11:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO resmi mengakhiri rangkaian penyelenggaraannya pada hari Minggu, 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum. Memasuki tahun ke-19 penyelenggaraan, ARTJOG 2026 menjadi ruang refleksi dan introspeksi terhadap perjalanan festival sekaligus dinamika ekosistem seni yang berkembang.

ARTJOG menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kritik dan diskusi publik yang muncul selama penyelenggaraan. Beragam dinamika tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian bersama untuk mendorong terciptanya ekosistem seni yang lebih baik.

ARTJOG 2026 menjadi bagian pertama dari trilogi kuratorial “Ars Longa Trilogia” yang dirancang kurator tamu Farah Wardani. Trilogi tersebut akan mengkaji relevansi seni di tengah perubahan sosial, politik, dan ekologi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat melalui tiga subtema, yakni Generatio (2026), Legatum (2027), dan Mundus (2028).

Kurator tamu Farah Wardani (depan Mic). (Foto; Artjog)

Dalam penutupan edisi perdana Generatio, Farah Wardani mengatakan seni kontemporer, termasuk ARTJOG, tidak dapat dipisahkan dari berbagai persoalan yang berkembang di luar ruang pamer.

Menurutnya, penyelenggaraan ARTJOG tahun ini menunjukkan karakter festival sebagai seni peristiwa, bukan sekadar momentum untuk merayakan karya seni. Berbagai dinamika yang muncul justru menjadi bagian dari proses membentuk kesadaran kolektif baru mengenai peran dan relevansi seni.

“Saya memandang bahwa karya-karya di ARTJOG beresonansi dan berkorelasi secara langsung dengan berbagai isu nyata dalam gejolak masyarakat, mulai dari kritik ataupun perbedaan persepsi. Kondisi ini, menurut saya, adalah sebuah proses membangun kesadaran kolektif baru yang memang rasanya tidak nyaman atau bahkan kadang menyakitkan. Dengan kondisi masyarakat yang pada dasarnya sedang tidak baik-baik saja, saya merasa bahwa ARTJOG tidak luput dipandang sebagai bagian dari medan percakapan publik yang luas, di mana berbagai polemik berlangsung dengan gejolak sosial politik yang terus memanas hingga hari ini,” kata Farah Wardani.

Sejalan dengan refleksi kurator dan sejumlah seniman, supporting staff ARTJOG 2026 turut menyampaikan aspirasi mereka. Para pekerja yang menjadi bagian dari garda depan pelayanan pengunjung selama lebih dari dua bulan tersebut menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan terbuka dalam menghadapi berbagai tantangan selama festival berlangsung.

Direktur ARTJOG, Heri Pemad. (Foto: Dok. Artjog)

Direktur ARTJOG, Heri Pemad, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada kurator, seniman, serta seluruh tim yang telah memberikan waktu dan energi untuk menjaga keberlangsungan festival.

“Prinsip utama kami adalah tetap mengupayakan ruang yang representatif bagi pemikiran para seniman, sekaligus menjaga keberlanjutan kerja para pelakunya. Apa yang terjadi pada kami juga merupakan otokritik terhadap kondisi ekosistem seni kita hari ini. Kami mengapresiasi setiap diskusi yang terbangun sebagai wujud kepedulian bersama. Sebab tanpa kepercayaan seniman dan kepedulian publik, ARTJOG akan kehilangan maknanya,” kata Heri Pemad menambahkan.

Penampilan grup musik White Shoes and The Couples Company dalam closing Artjog 2026 pada hari Minggu, 30 Agustus 2026. (Foto: dok. Artjog)

Penutupan ARTJOG 2026 kemudian dimeriahkan penampilan grup musik White Shoes and The Couples Company serta pertunjukan musik elektronik Les Garçons Aux Chaussures Blanches. Kedua penampilan tersebut mengantarkan para pengunjung menuju suasana hangat sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian ARTJOG tahun ini.

Menuju Dua Dekade ARTJOG

Memasuki usia ke-20 pada 2027 mendatang, ARTJOG menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan tata kelola festival. Langkah tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman estetika terkini melalui penyelenggaraan yang lebih matang, inklusif, kritis, serta berpihak pada keberlangsungan ekosistem seni.

Komitmen tersebut akan menjadi bagian dari tema “Legatum” yang diusung pada ARTJOG 2027. Dalam momentum dua dekade perjalanannya, ARTJOG akan mengeksplorasi gagasan mengenai warisan, baik yang berkaitan dengan nilai seni rupa dan warisan budaya global maupun wacana historis yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

ARTJOG juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, pekerja kreatif, pendukung, mitra kerja, media, dan masyarakat yang terus mengawal serta mendukung perjalanan festival.

ARTJOG 2027 ARS LONGA: LEGATUM dijadwalkan menjadi kelanjutan perjalanan festival dalam memasuki dua dekade penyelenggaraannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....