Membangun Peradaban Bangsa melalui Makna Kemerdekaan dan Solidaritas Sosial

  • 30 Agt 2026 18:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perayaan kemerdekaan Indonesia seyogianya tidak sekadar diisi dengan euforia perlombaan atau hiburan semata, melainkan diimbangi dengan perenungan mendalam dan penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Menurut Ketua Komunitas Budaya Ngaglik sekaligus anggota Dewan Kebudayaan Sleman, Sigit Triana, S.Pd., M.M., saat menjadi narasumber dalam acara Pendopo RRI Yogyakarta mengungkapkan bahwa momentum kemerdekaan seharusnya menjadi sarana ngudarasa atau refleksi diri bagi seluruh elemen bangsa.

"Namun momentum ini sebenarnya sebagai alat untuk ngudrasa, untuk menilai diri sebagai sebuah bangsa. Apakah betul-betul kita itu sudah merdeka dalam konsep hubungan komunikasi sosial, solidaritas sosial, hubungan keakraban sebagai manusia satu dengan yang lain?" tegasnya.

Menurutnya, kepedulian sosial, rasa toleransi, dan saling menghargai adalah pondasi moral yang harus terus dirawat di tengah euforia kemerdekaan.

Sementara itu, Drs. Ki Anton Eknathon M.Hum., seorang budayawan dan sastrawan yang juga menjadi narasumber mengingatkan tentang gagasan para pendiri bangsa, khususnya Soekarno, yang merumuskan fondasi persatuan dan kemanusiaan sebagai pijakan utama peradaban Indonesia. Untuk itu ia menekankan bahwa membangun peradaban bangsa dalam mengisi kemerdekaan harus mengacu pada akar sejarah dan nilai dasar pembentukan negara.

"Membangun peradaban itu ada sumbernya, ada ideologinya, dan ada dasarnya. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dipadukan untuk menyatukan beragam latar belakang menjadi satu kesatuan bangsa yang beradab," ujar Ki Anton.

Ki Anton mengajak masyarakat terutama generasi muda, untuk merefleksikan kembali nilai-nilai sopan santun, etika, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peradaban yang kuat tercermin dari bagaimana masyarakat menghayati simbol-simbol kebangsaan.

Ia mengatakan melalui momentum peringatan kemerdekaan ini, masyarakat diharapkan dapat terus merawat tradisi, memperkuat rasa kemanusiaan, dan menyatukan nilai adat serta etika demi mewujudkan peradaban Indonesia yang beradab dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....