Teladan Guru dan Peran Keluarga dalam Pembentukan Akhlak Anak

  • 30 Agt 2026 05:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Guru merupakan sosok yang tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga menjadi panutan bagi para muridnya. Falsafah Jawa mengartikan guru sebagai sosok yang digugu lan ditiru, artinya setiap tindakan, tutur kata, dan perilaku seorang pendidik akan senantiasa dilihat dan dicontoh oleh para peserta didik.

Menurut Ustadz Ja’far Arifin, S.Ag, M.A., Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY saat memberikan tausiah di acara Siraman Rohani Islam PRO 4 RRI Yogyakarta mengatakan bahwa seorang guru adalah pembimbing murid menuju kesempurnaan ilmu dan ma'rifat. Oleh karena itu, menurutnya guru dituntut memiliki sifat-sifat terpuji karena jiwa seorang murid masih terbilang lemah jika dibandingkan dengan gurunya. Apabila seorang guru memiliki akhlak yang baik, murid yang mendapatkan petunjuk Allah pun akan mengikutinya.

Namun, Ustadz Ja’far menyebut keberhasilan pendidikan akhlak tidak sepenuhnya berada di pundak guru di sekolah saja. Dalam pandangan Islam, lingkungan keluarga terutama orang tua, memegang peranan yang sangat sentral. Untuk itu Ia mengatakan Pendidikan anak tidak sepatutnya hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Ustadz Ja’far menjelaskan Secara psikologis dan emosional, anak cenderung lebih banyak meniru apa yang mereka lihat di rumah dibandingkan apa yang sekadar didengar di sekolah. Oleh karena itu, sinergi antara ilmu yang diajarkan pendidik di sekolah dan teladan dari orang tua di rumah menjadi kunci utama pembentukan karakter anak.

Ia menyebut Melalui keteladanan yang konsisten dari para guru di sekolah dan bimbingan dari orang tua di rumah, diharapkan lahir generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang luhur.

Menurutnya Tanggung jawab mendidik memang tidak ringan, untuk itu Islam memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi siapa saja yang mengajarkan kebaikan. Begitu besar keutamaan ini hingga setiap ilmu, doa, dan akhlak baik yang diajarkan kepada anak akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Ustadz Ja’far menegaskan Menjadi pendidik terbaik tidak selalu berarti harus memiliki ilmu yang paling tinggi, melainkan sejauh mana ilmu tersebut membawa manfaat dan melahirkan kebaikan pada diri anak. Dengan keikhlasan, kasih sayang, keteladanan, dan doa yang konsisten, orang tua dan guru dapat melahirkan generasi penerus bangsa dan agama yang tangguh, berilmu, serta berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....