Moderasi Beragama dalam Bingkai Keharmonisan berbangsa dan bernegara
- 28 Agt 2026 17:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Moderasi beragama dinilai tidak sekadar menjadi wacana akademis atau bahan diskusi semata, melainkan prinsip nyata yang wajib dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam siaran Babagan Niti Kabecikan Islam Pro 4 RRI Yogyakarta, penyuluh agama Islam kemenag DIY Ustadz Mukhlisin Purnomo, S.Fil.I., menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara komitmen keagamaan dan komitmen kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ustadz Mukhlisin menekankan bahwa agama Islam tidak hanya mengajarkan tata cara membangun hubungan spiritual yang erat dengan Sang Pencipta (hablum minallah), melainkan juga mengatur tata cara berinteraksi secara santun dan harmonis dengan sesama manusia (hablum minannas). Ia menyebut bahwa kesalehan seseorang tidak cukup hanya terlihat saat berada di dalam masjid. Kesalehan sejati harus memancar di rumah, di tempat kerja, saat bertetangga, berinteraksi di media sosial, hingga ketika menyikapi perbedaan pendapat dengan orang lain.
Oleh karena itu, Ia mengatakan moderasi beragama bukan berarti mengikis atau mengurangi ajaran agama, melainkan bagaimana menjadi seorang pemeluk agama yang taat, bijaksana, serta mampu memberikan kemaslahatan dan kedamaian bagi lingkungan sekitar.
Ustadz Mukhlisin mengatakan ada empat pilar utama yang menjadi indikator penguatan moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal. Melalui pemahaman keempat indikator ini, masyarakat diharapkan perbedaan yang ada di Indonesia dapat menjadi perekat persatuan dan sumber kedamaian bersama.
Ia menyebut Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia merupakan tempat tinggal dan rumah bersama bagi seluruh rakyatnya. Setiap warga negara dibolehkan memiliki perbedaan suku, bahasa daerah, budaya, organisasi kemasyarakatan, pandangan politik, hingga keyakinan agama. Kendati demikian, seluruh elemen masyarakat tetap hidup di bawah naungan rumah yang sama, yaitu Indonesia.
Ustadz Mukhlisin mejelaskan bagi umat Islam, mencintai dan menjaga tanah air bukanlah hal yang bertentangan dengan ajaran agama. Islam secara tegas mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian, serta kemaslahatan masyarakat. Menurutnya Perbedaan pilihan dan pandangan tidak boleh memutus tali persaudaraan sesama anak bangsa. Untuk itu, Ia mengajak seluruh warga negara terutama umat Islam untuk terus merenungkan dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi Indonesia, dimulai dari menjaga kedamaian dan kerukunan di lingkungan terdekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....