Persingkat Waktu, Mahasiswa UGM Ciptakan Pengering Cengkeh Tenaga Surya

  • 24 Agt 2026 19:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Togean – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Ekspedisi Togean mengembangkan alat pengering cengkeh bagi masyarakat Desa Lebiti, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Alat ini dibuat untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

Salah satu mahasiswa KKN UGM Riyo Yusuf Setyawan menjelaskan Desa Lebiti merupakan salah satu sentra produksi cengkeh di Kecamatan Togean. Komoditas ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi sebagian masyarakat. Riyo menyebut, selama ini masyarakat masih mengandalkan proses pengeringan secara tradisional dengan menjemur cengkeh di bawah sinar matahari. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, bahkan mencapai tiga hari. Metode manual juga bergantung pada kondisi cuaca. Di sisi lain, cengkeh yang dijemur secara terbuka juga berisiko terpapar debu, kotoran, maupun serangga.

Melihat kondisi itu, Riyo bersama rekannya turut mengembangkan cabinet solar dryer sebagai alternatif teknologi tepat guna. Alat ini merupakan alat pengering yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber panas utama. Cabiner solar dryer bekerja dengan memanfaatkan prinsip efek rumah kaca. Panas matahari masuk melalui plastik UV transparan dan terperangkap di dalam ruang pengering sehingga suhu di dalam kabinet meningkat.

“Ventilasi pada bagian atas dan bawah kabinet berfungsi membantu sirkulasi udara sekaligus mengeluarkan uap air dari cengkeh. Cengkeh juga tetap terlindungi selama proses pengeringan, terhindari dari debu, kotoran, serangga, maupun gangguan lingkungan lainnya,” kata Riyo, Senin, 24 Agustus 2026.

Riyo menambahkan cabinet collar dryer dirancang menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat dan mengembangkan alat secara mandiri. Pengoperasian alat juga relatif sederhana. Cengkeh disusun merata di setiap rak. Kemudian kabinet ditempatkan di lokasi yang memperoleh paparan sinar matahari secara optimal. Posisi rak disarankan ditukar secara berkala agar proses pengeringan berlangsung lebih merata.

Riyo menyebut pihaknya juga memberikan sosialisasi dan demonstrasi mengenai cara penggunaan serta perawatan cabinet solar dryer sebelum diserahkan kepada masyarakat. Melalui inovasi tersebut, diharapkan masyarakat Desa Lebiti dapat memperoleh proses pengeringan cengkeh yang lebih efisien dan higienis.

“Kualitas hasil panen yang lebih terjaga diharapkan turut meningkatkan nilai ekonomi cengkeh serta mendorong produktivitas sektor pertanian di Desa Lebiti,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....