Seluruh Wilayah DIY Masuk Kategori "Awas" Kekeringan Meteorologi

  • 23 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Stasiun Meteorologi Yogyakarta mencatat seluruh kabupaten dan kota di DIY masuk dalam kategori “awas” kekeringan meteorologis. Cuaca yang semakin kering seiring menguatnya fenomena El Nino disebut sebagai penyebabnya. Kondisi ini menimbulkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan kewaspadaan terhadap potensi karhutla berlaku mulai 23-29 Agustus 2026. Berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer pada Dasarian I Agustus 2026, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat sebesar +0,457. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli yang berada pada level +0,242. Sementara itu, nilai anomali suhu muka laut atau SSTA di wilayah Nino3.4 tercatat sebesar +2,77, meningkat dari +2,20 pada Juli.

“Kondisi tersebut menunjukkan fenomena El Nino berada pada intensitas sangat kuat,” kata Feriomex melalui keterangan tertulis, Minggu, 23 Agustus 2026.

Kondisi atmosfer yang kering tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, khususnya pada lahan yang mudah terbakar. Untuk wilayah DIY, kategori “Awas” mencakup Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, Sleman, serta Kota Yogyakarta. Sementara, untuk kategori “Waspada” terjadi di Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sedangkan, untuk kategori “Siaga” terjadi di Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di lahan yang kering. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu munculnya titik api. Selain itu, orang tua diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan api.

“Segera laporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran di lingkungan sekitar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....