International Architecture Postcard Hadirkan Arsitektur dalam Kartu Pos
- 23 Agt 2026 09:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Arsitektur yang selama ini identik dengan karya berskala besar dan proses perancangan yang kompleks dihadirkan dalam bentuk yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat melalui International Architecture Postcard Exhibition. Pameran ini menggunakan kartu pos sebagai medium untuk memperkenalkan karya arsitektur kepada publik secara lebih personal.
Direktur Utama Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan pameran tersebut menghadirkan rangkaian perjalanan berkarya di bidang arsitektur. Karya yang ditampilkan berasal dari tugas akhir mahasiswa Arsitektur UGM, mahasiswa Program Profesi Arsitektur, hingga arsitek profesional dan arsitek internasional.
“Setiap karya diadaptasi ke dalam ukuran kartu pos, format yang ringkas namun sarat makna, sekaligus menjadi medium yang mudah dibaca dan dinikmati publik luas,” kata Alfatika.
Pameran diselenggarakan AGNY, studio kreatif berbasis di Yogyakarta, bersama GIK UGM, IAI Yogyakarta, Prodi Arsitektur UGM, dan Program Profesi Arsitektur UGM. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jakal Design Week (JDW) 2026 dan berlangsung di CollabHub, GIK UGM, pada 21 hingga 27 Agustus 2026.
Pameran tersebut didukung Intel, Kana Komputer, Sedekat Imaji Rupa, Mcmurs Letterpress Yk, dan Svein Studio. Sebanyak 35 karya arsitektur dipamerkan, terdiri atas 10 karya arsitek internasional dari Singapura, Malaysia, Pakistan, dan sejumlah negara lainnya, karya arsitek nasional, serta karya terbaik mahasiswa S1 Arsitektur UGM dan Program Profesi Arsitektur UGM.
“Selain menikmati karya yang dipamerkan, pengunjung juga diajak berpartisipasi langsung dengan mengirimkan kartu pos pilihan mereka sendiri, menjadikan pameran ini bukan hanya ruang apresiasi, tetapi juga ruang keterlibatan publik,” ujar Alfatika.
Pameran dibuka pada 21 Agustus 2026 jam 18.00 melalui talkshow yang menghadirkan Bagus Sinang dari PDO Architect Jakarta, Wisnu Bayuaji dari BC+A Atelier Jogja, dan Wen Tian Chio dari Chio Architect Singapura. Diskusi yang dimoderatori Maria Ariadne Dewi dari Arsitektur UGM tersebut membahas praktik arsitektur dari berbagai perspektif dan generasi, termasuk pendekatan desain, konteks budaya, hingga tantangan profesi di masing-masing negara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 24 Agustus 2026 melalui workshop workflow modeling arsitektur menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan Svein Studio. Kegiatan tersebut memperkenalkan pendekatan baru dalam proses perancangan dan visualisasi arsitektur.
Pada hari yang sama, pengunjung dapat mengikuti aktivasi Press a Postcard bersama Mcmurs Letterpress Yk. Dalam kegiatan ini, pengunjung berkesempatan mencetak kartu pos secara langsung menggunakan mesin letterpress manual.
Melalui tahapan press, stamp, take home, pengunjung dapat merasakan karakter teknik cetak letterpress, mulai dari tekanan plat, tekstur kertas, hingga jejak tinta. Kartu pos hasil cetakan juga dapat dibawa pulang sebagai memorabilia.
Aktivasi tersebut sekaligus memperkenalkan kembali nilai handmade, tactile, dan slow printing di tengah perkembangan produksi berbasis teknologi digital.
Sementara pada 27 Agustus 2026, rangkaian pameran ditutup dengan talkshow yang diprakarsai Svein Studio. Kegiatan ini membahas pemanfaatan Unreal Engine dan teknologi 360° untuk menyampaikan desain melalui pengalaman yang lebih imersif, tidak hanya melalui gambar statis.
Diskusi tersebut juga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam memperkenalkan karya desain secara lebih menarik sekaligus membuka peluang menjangkau pasar global.
Melalui International Architecture Postcard Exhibition, penyelenggara berharap apresiasi masyarakat terhadap arsitektur semakin inklusif. Pameran ini juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring kreatif antarpelaku arsitektur sekaligus menghadirkan dokumentasi visual yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara arsitektur, teknologi, dan seni cetak tradisional tersebut menunjukkan bahwa setiap karya, meskipun dikemas dalam bentuk sederhana seperti kartu pos, tetap memiliki cerita dan nilai yang dapat dibagikan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....