Sri Sultan Ajarkan Keteguhan Hadapi Keterbatasan Alam
- 22 Agt 2026 17:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul— Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Sri Sultan saat menjadi pembina Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menyebut Gunungkidul memiliki karakter alam yang mengajarkan keteguhan dan daya tahan. Kondisi tanah karst, musim kemarau panjang, serta keterbatasan air menjadi tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Tanah yang mengajarkan keteguhan. Batu karst, musim kemarau panjang, keterbatasan air, telah menjadi guru bagi masyarakatnya,” ujar Sri Sultan.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi kekuatan karena masyarakat belajar mengubah keterbatasan menjadi ketekunan dan kemandirian.
Sri Sultan juga mengingatkan kembali pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang pernah disampaikan dalam Kongres Kepanduan tingkat dunia di Tokyo pada 1971 melalui pidato berjudul The Trend in Scouting. Pramuka, kata dia, tidak hanya mendidik warga negara yang baik, tetapi juga membentuk manusia pembangunan yang andal.
Jaga keseimbangan
Oleh sebab itu, Sri Sultan menilai tema Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, sangat relevan dengan kondisi Gunungkidul.
Ia menekankan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan perlu dilandasi dengan prinsip menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Hal tersebut sejalan dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana.
“Diterapkan pada urusan pangan, falsafah ini mengajarkan agar tanah tidak dikuras serampangan, air tidak disia-siakan, dan petani tidak dibiarkan berjalan sendiri,” katanya.
Sri Sultan mendorong Pramuka DIY mengambil peran dalam penguatan Lumbung Mataraman, sebagai upaya menghidupkan kembali budaya agraris Yogyakarta. Konsep ini menempatkan pekarangan sebagai ruang produksi, keluarga sebagai bagian dari ketahanan pangan, serta kalurahan sebagai basis kemandirian.
Ia juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali prinsip leluhur Mataram, “mangan apa sing ditandur, nandur apa sing dipangan” atau makan apa yang ditanam dan menanam apa yang dimakan.
Menurut Sri Sultan, prinsip tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan pola hidup yang dapat memperkuat kemandirian keluarga dan masyarakat. Penerapannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan serta teknologi yang mudah dipelajari dan diterapkan oleh masyarakat, petani kecil, kelompok wanita tani, maupun generasi muda.
Kepada anggota Pramuka, Sri Sultan berpesan agar kecintaan terhadap tanah diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga lingkungan, menghemat air, menghormati petani, serta menanam bahan pangan.
“Seragam cokelat yang kalian kenakan mengingatkan pada warna tanah. Tanah menerima benih dalam diam, lalu mengembalikannya menjadi kehidupan,” tuturnya.
Ia menilai langkah sederhana yang dilakukan anggota Pramuka, seperti menanam cabai di halaman sekolah, mendampingi masyarakat menata pekarangan, hingga mengajak warga tidak membuang makanan, merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan bangsa.
Sri Sultan juga meminta para pembina Pramuka mengenalkan pangan kepada generasi muda sejak dari proses produksinya. Sementara jajaran Kwartir diharapkan menjadikan momentum Hari Pramuka ke-65 sebagai tonggak penguatan organisasi dan menjadikan Lumbung Mataraman sebagai laboratorium sosial Pramuka.
“Dari Gunungkidul, kita mengirim pesan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Indonesia: keterbatasan alam tidak boleh membuat manusia menyerah. Batu karst mengajarkan keteguhan. Pekarangan mengajarkan kemandirian. Pramuka mengajarkan pengabdian,” ucap Sultan.
Sri Sultan berharap swasembada pangan tidak hanya dipandang sebagai program pembangunan, tetapi menjadi gerakan kebudayaan sekaligus gerakan kebangsaan.
“Gerakan kebudayaan, karena menuntun manusia hidup selaras dengan tanah dan sesama. Gerakan kebangsaan, karena memperkuat kedaulatan rakyat dari keluarga hingga kalurahan,” ujarnya , menandaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....