Hari Juang Polri, Polres Bantul Kenang Sejarah Proklamasi Polisi

  • 22 Agt 2026 16:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Untuk mengenang sejarah perjuangan Polri dan menguatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, Polres Bantul melaksanakan upacara Hari Juang Polri di Halaman Mapolres Bantul, Jumat, 21 Agustus 2026 pagi. Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, bertindak langsung sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Kapolres membacakan Naskah Proklamasi Polisi yang dikumandangkan oleh Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin di Surabaya pada 21 Agustus 1945. Dalam naskah tersebut, tertuang komitmen Polri dalam menjaga kemerdekaan bangsa.

“Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan polisi sebagai Polisi Republik Indonesia,” ucapnya.

Selanjutnya, Bayu juga menyampaikan sejarah singkat penetapan Hari Juang Polri. Hari Juang Polri sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Kapolri Nomor 95/I/2024 yang disahkan pada 22 Januari 2024.

“Penetapan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri bukan tanpa alasan. Pada 21 Agustus 1945 terjadi peristiwa Proklamasi Polisi Republik Indonesia yang dilakukan oleh Polisi Istimewa, yang sebelumnya bernama Tokubetsu Keisatsutai, di bawah pimpinan Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin,” katanya.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Saat itu, Menteri Negara Otto Iskandar Dinata menetapkan agar status kepolisian segera dimasukkan ke dalam kekuasaan Pemerintah Indonesia.

“Menindaklanjuti hal tersebut, M. Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya mengadakan rapat bersama anggota untuk membahas kedudukan polisi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa para anggota Polisi Istimewa menyepakati pernyataan sikap sebagai bentuk kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia. Barulah setelah itu teks Proklamasi Polisi disusun.

“Di bawah kibaran bendera Merah Putih, sekitar 250 anggota Kesatuan Polisi Istimewa berkumpul di halaman Markas Polisi Istimewa di Surabaya. Pada saat itu, M. Jasin membacakan teks Proklamasi Polisi,” tuturnya.

Peristiwa itu pun menjadi momen penting dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Seluruh polisi di Indonesia bersatu dengan nama Polisi Republik Indonesia (Polri).

“Melalui Proklamasi Polisi, para anggota kepolisian saat itu menyatakan sikap untuk bersatu dengan rakyat serta menempatkan kepolisian sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....