Mengenal “Ajisaka”, Film Besutan Amikom yang Gandeng 15 Aktor Hollywood

  • 23 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Usai berhasil dengan film dua dimensi berjudul Battle of Surabaya pada 2015, Universitas Amikom Yogyakarta melalui MSV Studio kembali mengembangkan film animasi tiga dimesi berjudul Ajisaka: The King and the Flower of Life. Dikutip dari laman resmi Universitas Amikom, film Ajisaka menceritakan tentang kisah fiksi dari zaman kuno saat dunia dihuni oleh tiga ras, yakni manusia, Raksha atau raksasa, dan Vidya yang merupakan makhluk setengah manusia, setengah malaikat.

Raksha memegang kekuasaan atas populasi manusia yang diperbudak dan raja Raksha berharap untuk mencegah pemenuhan ramalan kuno yang meramalkan kebangkitan seorang pemimpin manusia biasa yang akan mengakhiri pemerintahannya dan menyatukan dunia dalam damai. Tetapi pemimpin itu, Ajisaka, telah muncul dan akan berusaha untuk mengakhiri pemerintahan brutal raja dengan bantuan seorang Vidyan.

Rektor Universitas Amikom Suyanto menjelaskan film Ajisaka turut menggandeng 15 bintang Hollywood sebagai pengisi suara. Diantaranya adalah Ryan Potter, Lucy Liu, hingga Kevin Durant. Suyanto menyebut, pihaknya turut bekerja sama dengan Broke Foster Powell dari Pixar Animation Studios sebagai co-director dan Lucy Liu sebagai co-producer. Lalu, pada post production dia juga menggandeng penata warna Walter Volpatto yang sebelumnya sukses menggarap film Star Wars The Last Jedi.

“Kemudian untuk musik, Ajisaka itu sudah Hollywood style, namanya Grant Kirkhope yang pegang Super Mario Bros. Sebagai orang Indonesia, saya menyutradarai orang seperti begini luar biasa, kesempatan yang langka bagi saya,” kata Suyanto saat ditemui di Kantor Setda Sleman, Jumat, 21 Agustus 2026.

Suyanto menuturkan, masuknya film Indonesia ke pasar ekspor Hollywood berhasil menjadikan menggeser peta ekspor ekonomi Indonesia. Film duduk pada peringkat keempat ekspor ekonomi kreatif Indonesia yang sebelumnya diisi oleh sektor penerbitan buku. Suyanto mengatakan, industri penerbitan ditaksir memiliki nilai hingga 5 juta US dolar.

“Ajisaka bisa dua tiga kalinya ya karena mungkin baru di akhir tahun ini akan kita dapatkan nilainya. Tapi saya sudah ditawari dengan harga sudah jauh di atas buku yang hanya 5 juta US dolar,” ucap Suyanto.

Suyanto menyebut penggarapan film Ajisaka: The King and the Flower of Life diperkirakan akan selesai pada bulan ini. Tak berhenti pada film Ajisaka, Universitas Amikom akan kembali mengembangkan film berjudul Golden Snail. Film ini merupakan adaptasi dari cerita rakyat yang dibawakan dengan gaya penceritaan Hollywood. Cerita rakyat asli Nusantara lainnya seperti Prince of Borobudur, Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, Legend of Toba, hingga Story Lutung Kasarung juga akan dikembangkan menjadi film kelas dunia.

“Jadi, semua cerita lokal itu menjadi cerita kelas dunia dan insya Allah mulai tahun ini sudah ada investor dari Hollywood untuk melirik film kita. Dengan kita bisa ekspor film, kita ada investasi dari Hollywood, maka saya yakin semakin banyak anak-anak Slemanyang kita butuhkan, maka Sleman akan menjadi lembah film animasi Indonesia,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....