Kekeringan di Gunungkidul, Warga Rela Jual Ternak Demi Air Bersih

  • 23 Agt 2026 10:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul — Dampak kemarau panjang kembali menghimpit kehidupan sebagian warga di Kabupaten Gunungkidul. Keterbatasan akses sumber air bersih memaksa masyarakat mengeluarkan biaya ekstra, bahkan rela menjual hewan ternak seperti ayam dan kambing demi membeli pasokan air harian.

Kondisi keprihatinan tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover pada Jumat 21 Agustus 2026. Dalam poster digital yang dibagikan, tampak lansia menuntun kambing sembari membawa galon dengan narasi bertuliskan "Terpaksa jual ternak untuk air".

Pengelola akun @merapi_uncover menyoroti persoalan kekeringan di Gunungkidul yang terus berulang saban tahun dan membebani warga.

“Kemarau panjang yang melanda beberapa bulan ini adalah pukulan berat untuk saudara kita khususnya di Kabupaten Gunungkidul, masyarakat sampai rela jual ternak mulai dari ayam dan kambing untuk membeli air bersih,” katanya.

Unggahan tersebut juga mendorong peninjauan skala prioritas pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) DIY agar lebih difokuskan pada penanganan infrastruktur air di wilayah rawan kekeringan. Melalui gagasan Five Pillars Priority Regulation, pemanfaatan dana diminta lebih menyentuh pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan persoalan dasar dapat terpenuhi,” ucapnya.

Unggahan ini memicu empati warganet yang menyuarakan pentingnya sinergi antara Pemkab Gunungkidul, Pemda DIY, dan pemerintah pusat untuk merumuskan solusi jangka panjang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul terkait usulan pengalokasian Dana Keistimewaan untuk penanganan krisis air bersih tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....