Baznas Sleman Salurkan Bantuan Rp204 Juta untuk 27 Kelompok UMKM

  • 19 Agt 2026 12:04 WIB
  •  Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Dalam rangka mendukung dan meningkatkan produktivitas UMKM, Baznas Sleman kembali menggulirkan bantuan stimulan kepada 27 kelompok usaha dengan total nilai Rp204.877.513, Selasa, 18 Agustus 2026. Besaran bantuan stimulan yang diterima masing-masing kelompok UMKM berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan serta merujuk pada hasil survei tim Baznas Sleman.
Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari Program Sleman Produktif. Melalui program ini, Baznas Sleman tidak hanya menyalurkan bantuan modal usaha, tetapi juga memberikan pendampingan agar UMKM mustahik dapat berkembang, lebih mandiri, dan memiliki keberlanjutan usaha.
Program Sleman Produktif menjadi bentuk komitmen BAZNAS Sleman dalam memberdayakan mustahik melalui penguatan ekonomi. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat menjadi stimulan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan penerima manfaat.
Pendamping UMKM Baznas Sleman Joko Yugiyanto menjelaskan bahwa bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan yang berkaitan langsung dengan operasional sekaligus pengembangan usaha. Bantuan stimulan ini diharapkan dapat dikelola dengan penuh tanggung jawab dan dilaporkan secara berkala kepada Baznas Sleman.
“Tidak hanya menerima bantuan, para mustahik juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan dana dan program pendampingan UMKM,” katanya.
Joko mendorong kelompok yang telah memperoleh keuntungan untuk menyisihkan sebagian hasil usaha menjadi kas kelompok agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pengembangan usaha. Dalam jangka panjang, penerima manfaat diharapkan bisa bertransformasi menjadi muzaki dan turut menyisihkan keuntungan untuk berinfak di Baznas Sleman.
Sementara itu, Pendamping UMKM Baznas Sleman lainnya, Nurul Indah Khasanah menuturkan pihaknya turut melakukan pemantauan usaha secara rutin setidaknya satu kali dalam sebulan agar kebutuhan serta kendala pelaku usaha dapat terpetakan. Ia menambahkan, salah satu target pendampingan adalah mendorong usaha berkembang hingga mampu menyerap tenaga kerja.

“Agar kami tahu progres perkembangan, apa saja yang dibutuhkan setiap anggota. Kami mendampingi 17 kapanewon, ada 300 UMKM. Jadi harus ada penjadwalan sejak awal untuk kami bisa menyambangi kelompoknya,” ucapnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....