BMKG Minta Warga Lebih Siap Hadapi Puncak Kemarau

  • 18 Agt 2026 09:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Puncak musim kemarau Agustus 2026 berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. BMKG meminta pemerintah dan masyarakat memperkuat langkah antisipasi menghadapi kondisi kering yang berpotensi berlangsung panjang.

BMKG mencatat 509 Zona Musim atau sekitar 54,5 persen daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus dan September, dengan wilayah terdampak mencapai sebagian besar Indonesia.

Kondisi tersebut diperkuat fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Potensi kekeringan juga dapat meningkat jika fenomena Indian Ocean Dipole positif aktif pada September hingga Desember.

BMKG mencatat 437 Zona Musim atau 48,77 persen luas daratan berpotensi mengalami kemarau lebih panjang. Curah hujan tinggi diperkirakan mulai muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026.

Dampak kemarau tidak hanya menyentuh ketersediaan air, tetapi juga pertanian, energi, kesehatan, dan kehutanan. Sektor pertanian diminta menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan kondisi kering.

Kondisi minim hujan juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Hingga 29 Juli 2026, BMKG mendeteksi 5.019 titik panas yang tersebar terutama di wilayah rawan karhutla. BMKG memperkuat mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC di sejumlah wilayah prioritas. Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi awan dan memicu hujan sebelum kekeringan semakin parah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan mitigasi perlu dilakukan secara terpadu menghadapi risiko bencana hidrometeorologi. “BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC,” kata Faisal.

BMKG juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak kesehatan akibat cuaca kering dan panas ekstrem. Penurunan kualitas udara dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, sementara panas ekstrem berpotensi memicu heat stroke. Masyarakat diminta menghemat air, menjaga sumber air, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Informasi perkembangan cuaca dan iklim dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....