Ribuan Warga Miskin Donoharjo Disasar Aktivasi IKD dan Digitalisasi Perlinsos
- 14 Agt 2026 13:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Berdasarkan data terbaru, setidaknya ada 1.600 keluarga miskin dan rentan miskin di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Kamituwa atau Kasi Pelayanan Kalurahan Donoharjo Dani Prasetyo menjelaskan seluruhnya akan disasar program digitalisasi perlinsos. Dani menuturkan sebelum mendaftar perlinsos, masyarakat harus mengunduh dan mendaftar aplikasi identitas kependudukan digital (IKD). Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya percepatan aktivasi IKD dengan menyiagakan petugas di kantor kapanewon.
“Kalau aktivasi IKD itu memang harus lewat petugas langsung, tidak bisa lewat telepon, tidak bisa lewat WA. Harus datang langsung ke tempat petugas dulu. Kalau (pelayanan) IKD setiap hari di kapanewon,” kata Dani saat uji coba digitalisasi perlinsos di Kalurahan Donoharjo, Kamis, 13 Agustus 2026.
Usai berhasil terdaftar pada aplikasi IKD, masyarakat baru bisa melanjutkan proses pendaftaran pada portal perlinsos. Dani menjelaskan, perlinsos nantinya akan turut menampung usulan, sanggahan, ataupun masukan terkait program bantuan sosial. Dengan demikian, penerimaan bantuan sosial bisa lebih transparan. Sejauh ini, program digitalisasi bansos telah menyasar pada penerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Lalu, kini pihaknya mulai menyasar pada warga di luar penerima PKH. Di sisi lain, Dani memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi akan dilayani oleh para agen perlinsos.
“Kami meminta bantuan dari TPSK (tim pendamping sosial kalurahan) maupun dari kader padukuhan untuk bisa menyasar di setiap padukuhan. Harapannya warga yang belum bisa hadir di sini karena mungkin sakit, ada halangan waktu, dan sebagainya akan kami sisir ke masing-masing padukuhan,” ucap Dani.
Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sleman Arifin menjelaskan hingga saat ini sekitar 216.000 warga Sleman sudah ber-IKD. Jumlah ini setara dengan 25 persen dari seluruh masyarakat yang memiliki KTP Elektronik. Arifin menargetkan pada tahun ini capaian aktivasi IKD di Sleman bisa tembus hingga 30 persen. Untuk itu, pihaknya turut melakukan percepatan aktivasi IKD. Misalnya dengan upaya jemput bola di 33 kalurahan di Kabupaten Sleman.
“Masyarakat bisa datang ke dinas kami, ke mal pelayanan publik, bisa ke kapanewon atau kecamatan, bahkan sampai ke kalurahan. Selain itu, kita melakukan kegiatan jemput bola baik permohonan dari masyarakat, komunitas, maupun permohonan dari padukuhan dan sebagainya,” ujar Arifin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....