Sleman Jadi Wilayah Uji Coba Perlinsos, Pastikan Bansos Tepat Sasaran
- 13 Agt 2026 21:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Ratusan warga Kalurahan Donoharjo, Kapanewon, Ngaglik, Kabupaten Sleman melakukan pendaftaran pada portal perlindungan sosial (perlinsos) di Kantor Kalurahan Donoharjo, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari digitalisasi perlinsos agar pemberian bantuan pangan nontunai (BPNT) ataupun bantuan program keluarga harapan (PKH) tepat sasaran.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menjelaskan Kabupaten Sleman menjadi salah satu wilayah percontohan digitalisasi perlinsos. Menurutnya, digitalisasi perlinsos ini menjadi upaya untuk menyaring kembali data masyarakat yang berhak dan yang tidak menerima bantuan. Lewat portal perlinsos, masyarakat bisa mengetahui status desil sekaligus mengetahui berhak menerima atau tidak berhak menerima bantuan dari pemerintah. Di sisi lain, masyarakat bisa melakukan sanggah jika merasa data yang ada di dalam perlinsos tidak valid.
“Semua masyarakat bisa mendaftarkan dirinya kalau memang layak. Kalau dulu tidak bisa, masyarakatnya langsung harus melalui birokrasi di tingkat pemerintahan desa atau kelurahan. Tapi sekarang masyarakatnya pun bisa untuk melakukan (pendaftaran) langsung,” kata Meutya saat meninjau pelaksanaan digitalisasi perlinsos di Kalurahan Donoharjo, Kamis, 13 Agustus 2026.
Selain memastikan bantuan tepat sasaran, keberadaan perlinsos juga turut memberikan kemudahan kepada masyarakat lantaran tak perlu membawa banyak berkas. Meutya memastikan data-data yang dimilki oleh masyarakat aman. Sejumlah data penting di dalam portal perlinsos seperti nomor induk kependudukan ataupun nama lengkap anggota keluarga turut disembunyikan. Meutya menambahkan, Komdigi juga menggandeng kementerian lainnya, seperti Kemensos, Kemenpanrb, dan Kemendagri. Bak jalan tol, Meutya turut memastikan Komdigi berperan untuk menyiapkan infrastruktur digitalisasi perlinsos, sehingga program ini nantinya bisa berjalan dalam skala nasional.
“Tidak boleh macet. Jadi data ini karena kita kan targetnya efisiensi waktu supaya masyarakat terlayani dengan cepat. Kami menjaga agar pertukaran data ini bisa dilakukan dengan cepat,” ucap Meutya.
Sementara, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut sebanyak sebanyak 76.315 keluarga di Sleman telah terdaftar pada program uji coba digitalisasi perlinsos di Sleman. Sebanyak 75.231 diantaranya terdaftar sebagai penerima BNPT dengan 43.433 penerima berpotensi layak. Lalu, sebanyak 68.876 terdaftar sebagai penerima program PKH dengan 29.458 penerima berpotensi layak. Harda mengatakan, digitalisasi perlinsos menyasar kepada semua warga termasuk lansia ataupun warga dengan keterbatasan penggunaan teknologi. Pihaknya turut mengerahkan 2.862 agen yang tersebar hingga tingkat padukuhan untuk membantu masyarakat mendaftarkan perlinsos secara langsung.
Harda menambahkan upaya perlindungan sosial sejalan dengan komitmen pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Terjadi penurunan angka kemiskinan di Sleman pada 2024 yakni 7,48 persen turun menjadi 6,73 persen.
“Digitalisasi harus menjadi sarana untuk memperkuat kehadiran pemerintah, bukan justru menjadi penghalang bagi masyarakat. Kami berharap sistem yang dibangun bersama dapat semakin menyempurnakan akurasi data, mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, serta memastikan bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata Harda.
Salah satu warga Donoharjo, Yeni Wijayanti mengaku tak mengalami kesulitan saat proses pendaftaran perlinsos. Diawali dengan pendaftaran IKD terlebih dahulu. Selanjutnya, Yeni mendaptakan PIN IKD untuk melanjutkan pada proses pendaftaran perlinsos. Dia menyebut, proses pengisian data dibantu oleh agen. Yeni turut membawa KTP dan struk pembayaran listrik. Dia juga diminta untuk melakukan perekaman foto sebagai data pelengkap pada portal perlinsos. Meski demikian, Yeni menuturkan dia tidak langsung bisa mengetahui posisi desil usai pendaftaran selesai dilakukan. Yeni mengaku tak khawatir akan keamanan datanya.
"Aman, tidak khawatir (keamanan data). Ada perlindungannya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....