Beragam Entitas Bersatu Meriahkan Parade Suara Inklusi untuk Semua di Malioboro

  • 13 Agt 2026 17:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Beragam kelompok masyarakat, mulai dari TNI, Polri, Paskibraka, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas masyarakat, mengikuti parade Suara Inklusi Untuk Semua sebagai wujud keterlibatan berbagai elemen dalam menyuarakan inklusi. Kegiatan tersebut digelar di Malioboro, Rabu 12 Agustus 2026.

Dalam rangkaian kirab tersebut, para peserta berjalan bersama sambil membawa bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter. Parade juga diwarnai dengan penampilan marching band dan permainan gitar lele oleh sejumlah ibu berkebaya, serta keikutsertaan komunitas pecinta sepeda ontel.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rangkaian parade, tetapi juga membawa pesan kepada masyarakat tentang pentingnya membuka ruang yang setara dan menghargai berbagai kelompok untuk membangun ruang bersama. Melalui keterlibatan berbagai kelompok, kegiatan ini ingin menunjukan semangat terwujudnya Indonesia yang semakin inklusif.

Ketua Panitia Suara Inklusi untuk Semua sekaligus Founder DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mengatakan bahwa inklusi bukan sekadar bentuk empati atau bantuan dari satu pihak kepada pihak lainnya. “Inklusi bukan hanya sekadar empati, bukan pula berupa uluran tangan dari tangan yang di atas kepada tangan yang menadah,” ujar Diah. Menurutnya, inklusi merupakan upaya untuk menciptakan kesetaraan dan ruang yang terbuka bagi semua pihak.

Ketua Panitia Suara Inklusi untuk Semua sekaligus Founder DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mengatakan bahwa inklusi bukan sekadar bentuk empati atau bantuan dari satu pihak kepada pihak lainnya. “Inklusi bukan hanya sekadar empati, bukan pula berupa uluran tangan dari tangan yang di atas kepada tangan yang menadah,” ujar Diah.

Menurut Diah, inklusi merupakan upaya untuk menciptakan kesetaraan dan ruang yang terbuka bagi semua pihak. “Inilah keberagaman, inilah wujud gotong royong,” ujar Diah.

Penampilan Tari Ratoh Jaroe dari Anak-Anak Sekolah Luar Biasa di Panggung "Suara Inklusi untuk Semua", Yogyakarta, Rabu 12 Agustus 2026. (Foto: RRI/ Naila Siti Aisyatarridho)

Semangat inklusi tersebut juga terlihat melalui keterlibatan penyandang disabilitas dalam rangkaian kegiatan. Sebanyak 1.000 penyandang disabilitas secara bersama-sama membacakan teks Proklamasi dengan bahasa isyarat, yang kemudian tercatat dalam Rekor MURI.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap semangat inklusi dan kesetaraan dapat terus berkembang di masyarakat, sehingga setiap individu, termasuk kelompok yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses, dapat memiliki ruang yang sama untuk berpartisipasi. (Naila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....