Konflik Internasional Butuh Solusi lewat Diplomasi Agama

  • 13 Agt 2026 13:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Upaya diplomasi konvensional antar negara yang bersifat sekuler, seringkali gagal menjawab akar konflik yang bersumber dari keyakinan. Maka, para diplomat perlu mencari pendekatan lain yang lebih sesuai.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono menyampaikan hal itu, saat berbicara dalam Seminar Internasional di UMY, Selasa, 11 Agustus 2026.

”Pendekatan berbasis keyakinan menjadi hal yang esensial dalam diplomasi internasional saat ini,” ujarnya. ”Diplomasi ini, menempatkan pemuka dan lembaga keagamaan sebagai aktor pelengkap negara, saat memfasilitasi negosiasi antarpihak yang berkonflik.”

Pandangan Michael sendiri tumbuh dari pengalamannya di lapangan sebagai jurnalis di zona konflik Timur Tengah. Termasuk pengalaman meliput konflik di Irak pada Tahun 2003.

Pengalaman meliput langsung membuatnya menilai literasi agama sama pentingnya dengan penguasaan isu keamanan dan politik bagi seorang diplomat. Michael juga membagikan pengalamannya, saat berdiskusi dengan Paus Fransiskus tentang keberagaman di Indonesia.

Ia menyebut Paus terus merujuk pada semboyan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam berbagai pertemuan dengan tamu negara lain. Hal itu dilakukan, jauh setelah kunjungannya ke Indonesia selesai.

“Saya sampaikan kepada Bapa Suci bahwa Indonesia punya lebih dari 17 ribu pulau dengan banyak agama dan etnis,” katanya. ”Namun, masyarakatnya tetap bisa Bersatu.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....