Muara Sungai Opak Buntu, Puluhan Hektar Sawah di Bantul Terendam
- 13 Agt 2026 17:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul bergerak cepat menangani luapan air yang merendam puluhan hektar lahan pertanian akibat tersumbatnya saluran Muara Sungai Opak. Penyumbatan arus sungai yang mengalir ke laut lepas tersebut mulai terjadi sejak Rabu malam, yang merupakan fenomena alam tahunan saat material pasir menutup sodetan muara.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menyampaikan bahwa buntu-nya muara sungai menyebabkan air tidak dapat mengalir ke laut sehingga meluap dan menggenangi kawasan persawahan di sekitarnya.
"Akibat muara yang tersumbat, air meluap ke lahan pertanian warga. Di wilayah Baros, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, tercatat ada 30 hektar tanaman padi dan 5 hektar tanaman bawang merah yang terendam. Sementara di wilayah Kalurahan Srihardono, genangan air menyasar sekitar 20 hektar lahan padi," ujar Joko Waluyo.

Warga setempat bersama petugas sempat melakukan upaya gotong royong secara manual menggunakan cangkul dan sekop pada Kamis siang. Namun, karena tebalnya endapan pasir di muara, penanganan manual tidak berjalan maksimal.
Menanggapi kondisi tersebut, penanganan dengan alat berat (excavator/bego) langsung dikerahkan ke lokasi sekitar pukul 15.30 WIB untuk melakukan pengerukan dan membuka kembali sodetan saluran muara.
"Alhamdulillah, menjelang Maghrib muara sudah berhasil dibuka dan air yang menggenangi persawahan mulai surut mengalir ke laut. Pengerukan masih terus kita pantau dan lanjutkan agar aliran air tetap lancar sehingga penyumbatan tidak terulang kembali," tambah Joko.
Joko Waluyo juga memastikan bahwa meski sempat terendam genangan air, kondisi tanaman pertanian warga masih dalam batas aman. Diharapkan tidak ada potensi gagal panen (fuso) baik pada tanaman padi maupun bawang merah milik petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....