Gelombang Tinggi dan Muara Opak Buntu, Sawah Pesisir Selatan Bantul Tergenang

  • 12 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Yogyakarta

RI.CO.ID, Bantul - Gelombang pasang yang menerjang kawasan pesisir selatan Bantul pada Selasa, 11 Agustus 2026 pagi menyebabkan lahan pertanian di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek dan Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden terendam air laut. Hal itu juga disebabkan oleh tersumbatnya Muara Sungai Opak.

Salah satu pemilik lahan, Darman (70), mengaku air pasang datang sekitar pukul 08.00 WIB. Mengetahui hal itu, ia bergegas mengecek tanaman padi miliknya.

"Jam 8 pagi sawah saya sudah tergenang. Jadi airnya datang tapi tidak kembali ke laut karena muaranya buntu," ucapnya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ditemui di lahannya, lansia tersebut tampak sedang memompa air laut kembali ke saluran air. Meski sudah dipompa sejak subuh hingga siang hari, air yang menggenangi sawahnya tak kunjung surut.

"Subuh tadi sudah saya pompa tapi belum juga surut. Ini sudah habis lima liter bensin untuk pompanya," ujarnya.

Darman menambahkan, mayoritas lahan di lokasi tersebut ditanami padi dan bawang merah. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka tanaman tersebut berpotensi gagal panen.

"Kalau bawang merahnya 20 hari lagi sebenarnya sudah bisa dipanen. Tapi kalau airnya tidak segera surut, bisa saja busuk," katanya.

Kondisi tanaman bawang merah warga di Tirtohargo, Kretek, Bantul, yang terendam air, Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto: RRI/Aji Permono)

Merespons peristiwa tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya, seluas 55 hektare lahan pertanian warga terendam air.

"Di Srigading yang terendam 20 hektare lahan padi. Sementara di Tirtohargo yang terdampak itu 30 hektare padi dan lima hektare bawang merah," ucapnya.

Joko menyebut, fenomena ini sebenarnya sudah sering terjadi setiap tahunnya. Saat ini, upaya penanganan akan dilakukan dengan mengerahkan alat berat.

"Itu rutin sebenarnya, saat gelombang tinggi dan Muara Opak buntu, maka air tidak bisa mengalir ke laut. Ini sedang menunggu backhoe untuk membuka aliran airnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....