Terimbas Efisiensi, Paskibraka Sleman Gunakan Separuh Formasi
- 12 Agt 2026 14:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman Muhammad Aji Wibowo menyebut pada tahun ini prosesi pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada momentum 17 Agustus hanya dilakukan oleh separuh formasi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Ini lantaran adanya pemotongan anggaran yang semula mencapai Rp 1,8 miliar menjadi Rp 683 juta.
Aji mengatakan, jumlah Paskibraka Sleman pada tahun ini dipangkas hingga separuh. Semula, Paskibraka diisi oleh 74 orang untuk mengisi formasi 17-8-45 serta 4 orang cadangan. Sedangkan, pada tahun ini hanya diisi oleh 38 anggota yang terdiri dari 19 siswa dan 19 siswi se-Kabupaten Sleman. Meski demikian, Aji memastikan berkurangnya jumlah anggota Paskibraka tak akan mengurangi kesakralan dan makna pada prosesi pengibaran ataupun penurunan bendera.
“Kalau kami menyesuaikan saja yang ada. Harapan kami ke depan formasinya lengkap 17-8-45. Tapi untuk sekarang, hanya 38 ya cukup, insyaallah bagus,” kata Aji saat ditemui di Kantor Badan Kesbangpol Sleman, Selasa, 11 Agustus 2026.
Aji mengatakan proses seleksi Paskibraka Sleman sudah dilaksanakan sejak Maret 2026. Semula ada 308 peserta yang mendaftar dan akhirnya diambil 38 siswa. Sementara, pelatihan intensif Paskibraka Sleman dimulai pada Juli 2026 di Lapangan Denggung. Aji menambahkan, selain bertugas di tingkat kabupaten, sebanyak 7 pelajar asal Sleman juga berangkat bertugas di tingkat provinsi dan satu pelajar bertugas di tingkat nasional.
“Mudah-mudahan nanti ikut barisan inti, (formasi, red) yang sembilan di depan itu,” ucap Aji.
Terpisah, Pelatih Paskibraka Sleman Peltu Sihono menjelaskan persiapan pasukan telah mencapai 98 persen. Latihan terbagi menjadi beberapa sesi. Pada pekan pertama latihan berfokus pada kesamaptaan. Lalu, pada pekan selanjutnya latihan berfokus pada materi baris berbaris. Sihono memastikan kondisi kesehatan anggota Paskibraka Sleman dalam kondisi baik.
Seluruhnya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan pada awal sesi latihan. Sementara, personel P3K juga disiagakan selama prosesi latihan berlangsung. Sihono menambahkan, selain dilatih fisik dan baris berbaris, anggota Paskibraka juga mendapatkan penanaman pendidikan karakter.
“Kami dapat mandat dari BPIP pusat bahwa kita bukan hanya sekedar melatihkan mereka untuk bertugas di 17-an. Yang penting adalah kita menyiapkan generasi pemimpin yang berkarakter Pancasila,” ujar Sihono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....