Poskesdes Sendowo Kidul Diresmikan, Fokus Penguatan PHBS dan Pencegahan Stunting

  • 11 Agt 2026 07:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Sendowo Kidul di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Senin 10 Oktober 2026.

Peresmian dilakukan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersamaan dengan peluncuran Kampanye Penggerakan Masyarakat Peningkatan Perilaku Hidup Sehat 2026. Kegiatan tersebut diikuti jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga kelompok lansia.

Poskesdes Sendowo Kidul diharapkan mampu memperpendek akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi warga Sendowo Kidul dan wilayah sekitarnya. Bangunan tersebut bermula dari hibah program habitat yang didukung Herbal Family Foundation pada 2024. Selanjutnya, fasilitas itu dikembangkan menjadi Poskesdes melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan.

Lurah Kedungkeris Rusdi Martono mengatakan, keberadaan Poskesdes diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pelayanan di Puskesmas Nglipar 1.

“Ke depan, harapan kami Poskesdes ini dapat dikembangkan sehingga mampu memberikan layanan konsultasi dokter hingga penerbitan surat keterangan medis,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga meresmikan inovasi sosial “Halte Sedekah” yang digagas PKK Kalurahan Kedungkeris. Mengusung semboyan “Beri Semampunya, Ambil Secukupnya”, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Sementara di sektor pangan dan gizi, Pemkab Gunungkidul turut meluncurkan “Taman Gizi”. Program ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian dan Pangan. Kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan stimulan berupa bibit ikan lele yang dibudidayakan dalam galon serta bibit tanaman sayuran.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemenuhan gizi keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak tingkat rumah tangga.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menyoroti sejumlah persoalan kesehatan yang masih menjadi perhatian di wilayahnya. Salah satunya prevalensi hipertensi di Gunungkidul yang mencapai 39,25 persen dan menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di sisi lain, angka stunting di Kapanewon Nglipar tercatat sekitar 20 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata kabupaten sehingga membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga soal kecerdasan. Penanganan harus dimulai sejak kehamilan dengan pemenuhan protein, vitamin, dan mineral yang cukup,” ujar Endah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan stunting, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut menyerahkan bantuan berupa paket pangan diet khusus kepada 55 ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi di Gunungkidul.

Kegiatan tersebut juga dihadiri puluhan lansia yang berada di bawah naungan LKS Raharja. Di hadapan para lansia, Bupati mengajak masyarakat lanjut usia untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, serta menjalani kehidupan dengan bahagia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....