Wujud Nyata Gotong Royong, Wali Kota Bersama Warga Pangkas Pohon Berusia 1,5 Abad

  • 10 Agt 2026 13:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Semangat kebersamaan dan empati ditunjukkan secara nyata oleh warga Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta. Bersama Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, warga menggelar aksi gotong royong untuk menangani pohon munggur raksasa berusia sekitar 150 tahun di perbatasan Kampung Ledoktukangan dan Tukangan, Minggu, 9 Agustus 2026.

Pohon yang berada di lahan milik pribadi tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga dan lingkungan sekitar. Penanganannya dilakukan dengan memangkas dan mengurangi bagian batang serta dahan yang berisiko, tanpa menebang pohon hingga mati.

Hasto mengapresiasi kepedulian dan semangat gotong royong warga yang turut terlibat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka. Menurutnya, kepedulian terhadap keselamatan warga lain merupakan bentuk nyata empati dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa kepedulian warga masyarakat, meskipun yang akan terancam itu warga lain, tetapi kita punya rasa empati. Ini luar biasa, saya terima kasih sekali,” katanya.

Hasto menekankan, gotong royong menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia mengapresiasi peran warga masyarakat, pengurus RT, RW, kampung, kelurahan, relawan, Linmas, serta perangkat daerah yang bergerak bersama.

“Guyub rukun, gayung sambut antara pemerintah dan warga masyarakat itu cukup bagus. Ada penyambung lidah masyarakat yang bisa menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat sehingga bisa kita selesaikan bersama,” ucapnya.

Hasto mengatakan penanganan pohon tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Pemerintah berupaya membantu warga karena kondisi pohon dinilai perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

Hasto juga berharap, semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga terus dipertahankan, untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Pohon Munggur berusia sekitar 150 tahun yang berada di perbatasan Kampung Ledoktukangan dan Tukangan. (Foto: Dok/Pemkot Yogyakarta)

Lurah Tegalpanggung, Ismail Husen, menjelaskan bahwa pohon munggur tersebut diperkirakan sudah berumur lebih dari 1,5 abad. Warga sebelumnya sempat berencana mengumpulkan iuran mandiri untuk pemotongan, namun mengalami kendala penanganan teknis karena ukuran pohon yang amat besar dan posisinya di persil pribadi.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, disepakati bahwa solusi terbaik adalah pemangkasan (pruning) guna mengurangi beban fisik pohon, bukan mematikannya.

“Tidak sampai dimatikan karena kalau dimatikan dikhawatirkan lapuk, membusuk, bahkan bisa ambres dan memengaruhi tanah di sekitar pohon. Jadi batang dan dahannya dikurangi, kemudian selanjutnya warga bisa melakukan pruning,” ujarnya.

Aksi penanganan pohon berisiko ini melibatkan kolaborasi erat dari berbagai elemen. Terlihat bahu-membahu di lapangan di antaranya pengurus RW 03 dan RW 04, RT 13 dan RT 16, warga Kampung Tukangan dan Ledoktukangan, personel Linmas, Kampung Tangguh Bencana (KTB), serta para relawan se-Kemantren Danurejan bersama perangkat daerah terkait.

Aksi gotong royong ini menjadi bukti bahwa sinergi antara warga dan Pemerintah Kota Yogyakarta tak hanya berhasil menciptakan lingkungan yang aman dari potensi bahaya bencana alam, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan rasa kepedulian antarwarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....