Kemerdekaan dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah

  • 10 Agt 2026 07:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pro1 Yogyakarta Radio Republik Indonesia (Pro1 RRI) Yogyakarta kembali menyiarkan "Mutiara Pagi" pada Senin, 10 Agustus 2026. Mengangkat tema aktual "Kemerdekaan dalam Perspektif Alquran dan Sunnah", acara yang berlangsung mulai pukul 05.10 hingga 06.00 WIB ini menghadirkan narasumber Ustaz H Karmin, SAg, yang merupakan anggota Ikatan Penyuluh Agama Islam DIY.

Ustadz Karmin mengatakan, kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, melainkan sebuah nikmat besar dari Allah Swt yang wajib disyukuri dan diisi dengan kebaikan. Menurut pandangan Islam, kemerdekaan sejati mencakup pembebasan jiwa, akal, dan kehidupan manusia dari segala bentuk perbudakan selain kepada Pencipta.

Lebih lanjut, pembahasan mengupas tuntas tujuh perspektif utama kemerdekaan berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Perspektif pertama adalah tauhid, yakni kemerdekaan jiwa dari penyembahan kepada sesama makhluk menuju penghambaan murni hanya kepada Allah Swt.

Kedua adalah perspektif keadilan dan kesetaraan, di mana Islam memandang setiap individu memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang suku maupun ras. Perspektif ketiga menyoroti kebebasan berpikir dan berpendapat yang bertanggung jawab sesuai koridor syariat.

Sementara itu, perspektif keempat adalah pembebasan dari kebodohan dan kemiskinan, yang menekankan pentingnya menuntut ilmu dan memberdayakan ekonomi umat sebagai wujud nyata kemerdekaan.

Adapun perspektif kelima mencakup tanggung jawab moral dan akhlak, di mana kemerdekaan tidak boleh diartikan sebagai kebebasan tanpa batas (liberalisme), melainkan harus terikat pada aturan moral. Perspektif keenam menekankan persatuan atau ukhuwah, yakni menjaga kedaulatan bangsa dengan mempererat tali persaudaraan antar sesama warga negara.

Perspektif ketujuh atau yang terakhir adalah amanah atau akuntabilitas, yang mengingatkan bahwa nikmat kemerdekaan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, para pemimpin dan rakyat wajib mengelola negeri ini dengan jujur, adil, dan penuh rasa tanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....