Nelayan Hilang di Pantai Kesirat, Tim SAR Lakukan Pencarian

  • 10 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Seorang nelayan dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Kesirat, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu 8 Agustus 2026 sore. Hingga Minggu 9 Agustus 2026 malam, korban bernama Rubino (65), warga Padukuhan Padem, Girikarto, Panggang, masih belum ditemukan.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah II Baron, Marjono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian, korban bersama seorang nelayan lainnya sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan aktivitas melaut.

“Korban bersama rekannya beraktivitas hendak melaut. Saat berada sekitar 500 meter dari garis pantai, keduanya hendak berpindah atau transit ke kapal yang berada di tengah laut,” kata Marjono, Minggu.

Menurutnya, kapal utama yang digunakan korban untuk menuju kapal bagan tersebut kemudian terlepas dari ikatan. Rubino berusaha mengejar kapal yang hanyut dengan berenang menggunakan jerigen bensin sebagai alat bantu.

Namun, kondisi laut yang saat itu berombak membuat upaya tersebut berujung petaka. Ketika gelombang datang, korban terhempas hingga terlepas dari pegangan jerigen dan kemudian tenggelam.

“Korban berusaha mengejar kapal yang terlepas dengan menggunakan jerigen. Saat gelombang datang, korban terhempas dan kehilangan pegangan hingga akhirnya tenggelam,” katanya.

Sementara seorang korban lainnya, Mardini (45), warga Padukuhan Dawung, Girikarto, Panggang, berhasil selamat. Setelah kejadian, Mardini dibawa pulang oleh keluarganya.

Begitu menerima laporan, petugas jaga Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron yang berada di Pos Satlinmas Pantai Gesing langsung berkoordinasi dengan nelayan setempat dan sejumlah unsur terkait. Operasi pencarian terhadap Rubino kemudian dilakukan melalui jalur laut maupun darat.

Penyisiran laut dilakukan menggunakan kapal dengan cakupan area sekitar lokasi kejadian. Sementara dari darat, tim melakukan pemantauan dari kawasan tebing di sekitar titik korban terakhir terlihat.

Marjono mengatakan pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron, nelayan Pantai Gesing, Polairud Polres Gunungkidul, Polairud Polda DIY, TNI, Polri, Senkom, Pemerintah Kalurahan Girikarto, Pemerintah Kapanewon Panggang, serta relawan.

Pada Minggu pagi hingga siang, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran. Area pencarian diperluas hingga radius beberapa kilometer ke arah barat dan timur dari lokasi kejadian, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca, angin, gelombang, serta keamanan personel.

“Pencarian terus dilakukan dengan membagi tim melalui jalur laut dan darat. Pemantauan juga dilakukan dari atas tebing dan menggunakan drone apabila kondisi angin memungkinkan,” ujar Marjono.

Namun, hingga Minggu sore, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Kondisi di lokasi dilaporkan masih cukup menantang dengan gelombang laut berkisar 2–3 meter. Selain itu, pandangan tim di laut terganggu buih air laut.

Memasuki malam hari, penyisiran melalui jalur laut dihentikan sementara karena visibilitas terbatas, gelombang dan angin yang berpotensi membahayakan keselamatan tim. Pemantauan kemudian difokuskan dari jalur darat dan kawasan tebing.

“Untuk penyisiran laut malam hari ditarik ke darat karena terkendala jarak pandang, gelombang dan angin. Tim kemudian dibagi menjadi beberapa regu untuk melakukan pemantauan dari tebing, terutama ke arah timur dari lokasi kejadian,” kata dia.

Hasil operasi SAR gabungan hingga Minggu malam masih nihil. Penyisiran melalui jalur laut maupun darat belum menemukan keberadaan korban. Pemantauan menggunakan drone juga belum memberikan hasil.

Tim SAR berencana kembali melanjutkan operasi pencarian pada Senin, 10 Agustus 2026. Pemantauan akan dilakukan dari atas tebing dengan radius sekitar 1 kilometer, sedangkan penyisiran laut akan kembali dilakukan apabila kondisi gelombang dan angin memungkinkan.

Selain itu, tim gabungan juga akan memperluas area pencarian melalui jalur laut hingga radius sekitar 3 kilometer ke arah barat dan timur dari lokasi kejadian. Pemantauan dari darat akan dilakukan hingga radius sekitar 1,5 kilometer.

Marjono menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap operasi pencarian, mengingat kondisi perairan selatan Gunungkidul yang memiliki gelombang cukup tinggi.

“Hingga saat ini korban masih belum ditemukan. Pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi laut dan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....