Dorong Regenerasi, Pemkab Sleman Lantik Pengurus Baru Petani Milenial

  • 08 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Pemkab Sleman melantik pengurus petani milenial periode 2026-2029 di Gedung Serbaguna Sleman, Jumat, 7 Agustus 2026. Selain melakukan pelantikan, petani milenial Kabupaten Sleman juga menggelar Forum Group Discussion (FGD). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat silaturahmi, sinergi bisnis antarpetani muda, serta mempercepat regenerasi sektor pertanian menuju era berbasis teknologi digital.

Ketua Petani Milenial Sleman Taufik Mawaddani menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat keterikatan antarpetani muda serta membangun ekosistem bisnis terintegrasi di Kabupaten Sleman. Dia menambahkan, ekosistem pertanian muda di Sleman kini mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak. Mulai dari perbankan, perguruan tinggi, hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Dia berharap, ke depan dapat terbentuk petani milenial yang kompak, solid, dan bisnis yang saling terintegrasi.

“Dengan adanya dukungan dari perbankan, perguruan tinggi, dan Pemkab Sleman, masalah-masalah klasik seperti permodalan dan kepastian pasar dapat terselesaikan. Kami sangat mengapresiasi Ibu/Bapak Bupati yang memberikan dukungan luar biasa bagi perkembangan petani di Sleman,” kata Taufik, Jumat, 7 Agustus 2026.

Sementara, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengaku mengapresiasi anggota Forkom Petani Milenial. Utamanya terhadap upaya Forkom Petani Milenial yang merangkul generasi Z. Dia turut menyoroti tantangan regenerasi petani. Menurutna, peningkatan usia petani yang tidak segera diantisipasi, dapat mengakibatkan krisis sumber daya manusia di sektor pertanian di masa mendatang. Dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong agar Kabupaten Sleman mampu menjadi lumbung pangan utama di DIY.

"Pertanian saat ini tidak lagi sekadar mencangkul dan memanen, tetapi mencakup pemasaran digital, pengolahan data cuaca, hingga pengembangan agribisnis bernilai tambah tinggi. Kita harus mengubah cara pandang bahwa bertani bukan pilihan terakhir, melainkan profesi masa depan yang menjanjikan, terhormat, dan penuh inovasi," ujar Harda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....