Wisatawan di Sleman Tembus 4,9 Juta Orang, Sektor Makan Minum Sumbang PAD Terbesar

  • 08 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Kabupaten Sleman masih menjadi destinasi wisata yang diminati oleh wisatawan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan wisatawan selama Januari-Juni 2026 yang telah tembus hingga 4,9 juta orang. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Kus Endarto mengatakan kunjungan wisatawan masih didominasi oleh wisatawan nusantara yang menduduki porsi hingga lebih dari 98 persen.

Dia merinci jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Sleman mencapai 4.479.192 orang. Jumlah ini naik 14,11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Di samping itu, wisatawan mancanegara (wisman) juga mengalami kenaikan sebesar 8,25 persen, yakni mencapai 81.379 orang wisman pada Januari-Juni 2026.

“Puncak kunjungan terjadi pada Mei dan Juni saat momentum libur lebaran dan sekolah,” kata Kus Endarto saat ditemui di Kantor Dispar Sleman, Jumat, 7 Agustus 2026.

Kus memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan pada periode Juli-Agustus mencapai di atas 3,9 juta orang. Sedangkan, jumlah wisatawan hingga akhir tahun diharapkan bisa mencapai lebih dari 8 juta orang. Sementara, Kus mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) di bidang pariwisata pada semester pertama 2026 telah tembus hingga Rp203,98 miliar. Jumlah ini telah mencapai 52,68 persen dari target PAD pariwisata sebesar Rp387,20 miliar. Kus mengatakan, sektor makanan dan minuman menjadi pendorong terbesar. Disusul oleh sektor perhotelan, hiburan, retribusi, dan lain-lain.

Dia optimistis Kabupaten Sleman masih akan menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. Hal ini tak lepas dari letak geografis Kabupaten Sleman yang dekat dengan Kota Yogyakarta, bandara YIA, serta akses tol yang membuat perjalanan mudah dan nyaman. Selain itu, Sleman memiliki destinasi wisata yang beragam.

Mulai dari wisata alam, desa wisata, dan pelaksanaan event yang turut menjadikan Sleman sebagai pilihan short gateway favorit. Kus menuturkan, pergerakan wisatawan di Sleman diharapkan bisa memunculkan multiplier effect. “Menggerakkan hotel, restoran, UMKM, transportasi, produk kreatif, hingga masyarakat desa,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....