Atasi Kekeringan, BPBD Sleman Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih
- 06 Agt 2026 07:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mulai menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah titik akibat kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan beberapa wilayah di Kabupaten Sleman terpantau rawan krisis air.
"Dalam pantauan kami yang rawan kekeringan itu adalah Kapanewon Turi, Tempel, dan Minggir. Tiga itu yang paling," katanya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Pada April 2026, BPBD Sleman menyalurkan air bersih di Kapanewon Turi yang mengalami kekeringan akibat tebing longsor. Selain itu, musim kemarau membuat debit air dari mata air Kali Krasak menurun.
Aliran air tersebut terpaksa digunakan secara bergiliran. Warga RT 04 dan RT 02 Dusun Kemirikebo mendapat giliran pada pagi hari, sedangkan warga RT 01 dan RT 03 pada sore hari. Kondisi kekeringan ini berdampak pada 240 KK di Kalurahan Girikerto, Turi.
"Jumlah KK yang terdampak 240 KK, jumlah ritase 4, dan jumlah bantuan air bersih 20.000 liter," ucapnya.
BPBD Sleman juga menerima bantuan dua tangki air dari Korem 072/Pamungkas untuk Dusun Kemirikebo. Namun, kondisi air yang keruh membuat bantuan tersebut dialokasikan khusus untuk kelompok ternak. Kebutuhan air di lokasi itu mencapai 15.000 liter per hari.
Selain Kapanewon Turi, penyaluran air bersih dilakukan di Kalurahan Sumbersari, Moyudan pada Juli lalu. Warga mengalami krisis air akibat pompa dan pipa tersumbat lumpur. Kejadian ini berdampak pada 63 KK, sehingga BPBD menyalurkan bantuan sebanyak 5 rit atau setara 25.000 liter air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....