Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Inovasi Tata Kelola di Gunungkidul

  • 05 Agt 2026 15:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dalam agenda kaji tiru untuk mempelajari berbagai inovasi dan tata kelola pemerintahan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026 dan dipimpin langsung Bupati Barito Utara H. Salahuddin.

Rombongan Barito Utara diikuti Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barito Utara. Kedatangan mereka disambut Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Dalam sambutannya, Bupati Barito Utara H. Salahuddin mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk mempelajari berbagai program unggulan di Gunungkidul. Menurutnya, keberhasilan Gunungkidul melakukan pembangunan di tengah keterbatasan sumber daya menjadi inspirasi bagi daerah lain.

“Pemerintah daerah membutuhkan referensi mengenai praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan agar pelayanan publik semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain memperkenalkan tujuan kunjungan, Salahuddin memaparkan kondisi Kabupaten Barito Utara yang memiliki luas wilayah sekitar 8.300 kilometer persegi dengan potensi sumber daya alam berupa batu bara, gas alam, dan emas. Ia menyebut kapasitas fiskal daerah terus meningkat, dengan proyeksi APBD tahun 2026 mencapai sekitar Rp3,4 triliun.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Gunungkidul sebagai lokasi kaji tiru. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi salah satu cara efektif untuk mempercepat lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Tentu pembangunan daerah saat ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada kreativitas aparatur dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dalam forum tersebut, Endah memaparkan sejumlah program yang telah diterapkan di Gunungkidul, di antaranya penguatan sektor UMKM melalui pemanfaatan produk lokal. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mendorong penggunaan pangan nongandum berbahan baku ketela, ubi, pisang, hingga porang sebagai sajian dalam kegiatan resmi pemerintahan guna meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah menerapkan kebijakan penggunaan tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga maupun dekorasi berbahan styrofoam pada berbagai kegiatan resmi sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

Berbagai materi yang dibahas meliputi pengelolaan infrastruktur, sistem pengawasan berbasis digital, pengembangan koperasi dan UMKM, tata kelola pendidikan, hingga strategi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem serta penurunan angka stunting.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....