Lab OI FISIP UPN Veteran Yogyakarta Gelar Pelatihan Nature Study bagi Pendidik

  • 05 Agt 2026 11:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Pendidikan merupakan pondasi dalam membangun masyarakat yang berdaya saing sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan menurunnya keanekaragaman hayati, sekolah tidak lagi cukup berfokus pada pencapaian akademik semata. Sekolah dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang mampu membangun pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap siswa secara nyata.

Menjawab hal ini, Laboratorium Organisasi Internasional (Lab OI) FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta menggelar Pelatihan Nature Study bagi Guru pada 20 Juli 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk menerjemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, ke dalam program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 guru dan fasilitator PKBM dari berbagai daerah, antara lain SD Unggulan Aisyiyah Ngemplak Sleman, Rumah Belajar Semi Palar Bandung, Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya, SD Negeri Blunyahrejo, SMPN 2 Buduran, hingga PKBM Telaga Ilmu.

Terpisah, Lyly Freshty, pegiat dan pendidik keterhubungan anak dan alam, sekaligus inisiator dari @anakdanalam dan @kupusekitarrumah—menekankan pentingnya memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media belajar utama.

"Melalui pendekatan nature study, alam tidak hanya dijadikan latar belakang, melainkan ruang belajar dan sumber pengetahuan yang hidup. Pembelajaran berbasis alam memberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mengeksplorasi, berdiskusi, dan merefleksikan berbagai fenomena lingkungan secara kontekstual," ujarnya, Senin 3 Agustus 2026.

Wanita yang menjadi Founder komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya @sedulurhomeschooling serta Praktisi pendidikan karakter metode Charlotte Mason dan pengurus Perhimpunan Homeschooling Indonesia (PHI) ini, menambahkan bahwa keberhasilan metode ini sangat bergantung pada peran guru sebagai fasilitator yang memandu eksplorasi siswa secara aman, interaktif, dan bermakna.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan merancang berbagai aktivitas kontekstual, Rancangan Kegiatan Observasi & Eksplorasi dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati lokal di sekitar sekolah.

Peserta juga diajak mengidentifikasi isu lingkungan setempat dan mencari solusinya. Hal ini membantu siswa menghubungkan teori akademik dengan realitas ekologis.

Pendekatan ini sejalan dengan arah transformasi pendidikan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif. Ketika siswa diajak mengenali ekosistem di lingkungannya, mereka tidak sekadar menghafal teori, tetapi juga membangun kesadaran ekologis, tanggung jawab sosial, dan karakter yang kuat.

Melalui inisiatif ini, Lab OI FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta membuktikan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung SDGs melalui Tridarma Perguruan Tinggi. Peningkatan kapasitas guru ini diharapkan memicu efek domino, menjadikan para pendidik sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan budaya belajar berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....