Pentingnya Maknai Sabar dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
- 05 Agt 2026 13:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sabar dan salat sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan serta ujian kehidupan. Hal tersebut disampaikan Ustadzah Misma Kasim dari MUI DIY, dalam sebuah tausiyah udara Pro 1 RRI Yogyakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Misma menjelaskan bahwa secara etimologi, kata sabar berasal dari kata shabaru–yasbiru yang berarti menahan. Sementara secara istilah, sabar dimaknai sebagai kemampuan menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai dengan syariah serta akal pikiran yang sehat.
Dalam pemaparannya, Misma mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 153 yang menegaskan agar orang-orang beriman menjadikan sabar dan salat sebagai penolong, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Lebih lanjut, ia merinci terdapat tiga tingkatan atau dimensi kesabaran yang perlu diterapkan oleh umat Muslim dalam kehidupan sehari-hari:
- Sabar dalam Menjalankan Perintah Allah
Kesabaran jenis ini diwujudkan dengan terus konsisten (istiqamah) dan ikhlas dalam menjalankan seluruh syariat agama, seperti salat, sedekah, hingga ibadah haji. Dalam pelaksanaan salat misalnya, bentuk kesabaran ditunjukkan melalui sikap tuma'ninah (tenang) dan menjaga kekhusyukan agar tidak terburu-buru. - Sabar dalam Menjauhi Larangan Allah
Dimensi kedua melibatkan dialog batin antara hawa nafsu dan keimanan. Misma menyoroti fenomena sosial saat ini, seperti maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal, yang kerap menjebak masyarakat akibat ketidaksabaran dalam mengelola keinginan dan kebutuhan finansial. Umat diimbau untuk sabar dan menahan diri dari godaan instan yang melanggar aturan hukum maupun agama. - Sabar Terhadap Ketentuan dan Takdir Allah
Kesabaran ketiga ini berkaitan erat dengan rukun iman ke-6, yaitu menerima takdir baik maupun buruk. Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 155, Misma mengingatkan bahwa ujian berupa rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, hingga buah-buahan adalah bentuk keniscayaan ujian kehidupan.
"Semua yang terjadi di dunia ini adalah ujian. Sekuat apa pun kita menolak atau mengeluh, ujian tetap akan datang. Maka, jalan satu-satunya agar ujian tersebut berbuah pahala dan mengangkat derajat kita adalah dengan bersabar," katanya.
Menutup pesannya, Misma Kasim mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan sabar serta salat sebagai landasan utama dalam mengarungi dinamika kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....