Wagub Ajak 11.099 Mahasiswa Baru UGM Menyatu dengan Masyarakat DIY

  • 04 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengawali perjalanan akademik mereka sekaligus menjadi bagian dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis mahasiswa baru dari Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam Pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026, Senin, 03 Agustus 2026, di Lapangan Pancasila, Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Sleman.

Dalam sambutannya, Sri Paduka menegaskan bahwa mahasiswa baru tidak hanya menjadi bagian dari sivitas akademika UGM, tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yogyakarta yang kaya akan nilai sosial dan budaya.

"Mulai hari ini, mahasiswa-mahasiswi ini bukan hanya menjadi bagian dari Universitas Gadjah Mada, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta," ujar Sri Paduka.

Sri Paduka mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter, memperluas wawasan, dan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat. Menurutnya, PIONIR menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan kampus, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap almamater.

Ia menambahkan, kebanggaan tersebut perlu diwujudkan melalui kesungguhan belajar, keberanian menyampaikan gagasan, kedisiplinan berpikir, serta komitmen mengabdikan ilmu bagi kepentingan masyarakat. Sebagai kampus yang lahir dengan semangat kerakyatan dan kebangsaan, UGM membutuhkan generasi muda yang inovatif, progresif, optimistis, nasionalis, serta mampu berpikir rasional.

"Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjelma menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat," kata Sri Paduka.

Selain mengejar prestasi akademik, mahasiswa juga didorong untuk berbaur dengan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Mengenal bahasa, tradisi, kesenian, hingga tata krama dinilai menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang mampu membentuk kepekaan sosial.

"Berbaurlah dengan lingkungan sekitar. Belajarlah mengenal bahasa, tradisi, kesenian, tata krama, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kebudayaan mengajarkan bahwa kecerdasan perlu berjalan bersama kepekaan. Ajining diri ana ing lathi, martabat seseorang tercermin dari tutur kata, sikap, dan caranya menghormati sesama," ujar Sri Paduka.

Sementara itu, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia menyampaikan keberhasilan menjadi mahasiswa UGM merupakan hasil dari perjuangan panjang yang dilandasi kerja keras, ketekunan, doa, dan dukungan keluarga. Menurutnya, pencapaian tersebut sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru sebagai insan akademik.

"Diterima menjadi mahasiswa UGM adalah langkah awal untuk memasuki dunia yang menempa untuk menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan daya saing di tingkat nasional maupun global, yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berharga pribadi yang unggul," ujar Ova.

Mengusung tema "Merajut Jati Diri Gadjah Mada Muda Berdikari Membangun Bangsa", PIONIR 2026 dirancang sebagai ruang pengenalan jati diri UGM sekaligus membangun karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan.

Ova menekankan, mahasiswa baru merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan berinovasi menghadapi perubahan.

Ia pun mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi sebagai proses pendewasaan diri melalui penguatan kompetensi, semangat kolaborasi, serta kemampuan berkreasi di tengah dinamika zaman.

Pada tahun akademik 2026/2027, UGM menerima sebanyak 11.099 mahasiswa baru yang terdiri atas 9.164 mahasiswa program sarjana dan 1.945 mahasiswa program sarjana terapan. Mereka berasal dari seluruh provinsi di Indonesia serta diperkuat 54 mahasiswa internasional yang mengikuti program sarjana maupun double degree, mencerminkan komitmen UGM sebagai kampus kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman dan inklusivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....