Sebanyak 359 Siswa SRT Kulon Progo Awali MPLS dan Kehidupan Berasrama
- 01 Agt 2026 16:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Sebanyak 359 peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kulon Progo resmi memulai kegiatan belajar pada Jumat, 31 Juli 2026. Hari pertama tersebut diawali dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari adaptasi siswa terhadap lingkungan belajar sekaligus kehidupan di asrama.
Pembukaan MPLS berlangsung di Aula SRT 1 Kulon Progo dan dihadiri Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kulon Progo yang dinilai memiliki sarana dan prasarana memadai untuk mendukung proses pendidikan.
"Pada pembukaan MPLS ini, kami berharap semua wali murid bisa ikhlas dan dapat pasrah menyerahkan putra-putri untuk dididik di sini. Mohon doanya saja agar putra-putri kita ini dapat menjalani masa sekolah dengan baik, dan semoga kelak menjadi anak-anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ucapnya.
Ambar menjelaskan, Sekolah Rakyat Terintegrasi diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Melalui akses pendidikan yang layak, pemerintah berharap para siswa memiliki kesempatan memperbaiki masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya. SRT 1 Kulon Progo berlokasi di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.
Kepala Sekolah SRT 1 Kulon Progo, Agus Ristanto, mengatakan kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung mulai 31 Juli - 14 Agustus 2026. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, siswa juga diperkenalkan dengan lingkungan tempat tinggal karena seluruh peserta didik akan menjalani pendidikan berbasis asrama.
"Jumlah siswa SRT 1 Kulon Progo saat ini ada 359 orang, dengan rincian siswa SD ada 31 anak, yang SMP jumlahnya 158 siswa, dan siswa SMA sebanyak 170 orang. Mereka terbagi menjadi 11 rombongan belajar yang akan kami bersamai hingga nanti mereka lulus,” ucapnya.
Ia berharap seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan baik selama menempuh pendidikan, membangun kebersamaan dengan tenaga pendidik, serta meraih prestasi sesuai cita-cita masing-masing.
Salah satu siswi SMA SRT 1 Kulon Progo, Andreana Kurnia Nurjanah (17), mengaku antusias mengawali pendidikan di sekolah tersebut. Ia tertarik bergabung karena sistem pendidikan berasrama yang disediakan tanpa biaya serta dinilai membuka peluang masa depan yang lebih baik.
"Menurut saya, sekolah ini menawarkan pendidikan yang menjanjikan, agar masa depan saya bisa lebih baik. Dan saya dengar, lulus dari sekolah ini, kita bisa dicarikan pekerjaan yang sesuai dan juga beasiswa untuk pendidikan tinggi,” ucapnya.
Semangat serupa juga disampaikan Ilham Syahputra (16). Meski harus tinggal terpisah dari ibunya, ia mengaku tetap bersemangat karena dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.
"Sejak awal saya memang ingin mendaftar karena saya ingin tetap sekolah, tapi tidak ingin membebani ibu dengan biaya sekolah. Sekolah di sini gratis, dan saya juga ingin mengejar cita-cita saya menjadi guru agama,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....