BPPTKG Catat Adanya Awan Panas Guguran, Kawasan Rawan Bencana agar Dijauhi
- 31 Jul 2026 13:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi, Jumat pagi, 31 Juli 2026. Awan panas guguran terjadi pada pukul 09.58 WIB. Namun, kondisi visual saat kejadian tertutup kabut sehingga arah dan jarak luncur awan panas tidak dapat diamati secara langsung.
"Berdasarkan data seismograf, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 45,85 milimeter dengan durasi 148,51 detik," ujar Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.
Agus menegaskan, hingga saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masih terdapat potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran yang berpotensi mengarah ke sektor selatan hingga barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak Merapi. Menurut Agus, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma ke Gunung Merapi masih terus berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran yang masih berada di dalam wilayah potensi bahaya.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat hujan abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama aktivitas erupsi masih berlangsung. BPPTKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi. Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, evaluasi terhadap tingkat aktivitas gunung akan segera dilakukan dan diinformasikan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....