ChewMelo, Inovasi Permen Karet UGM untuk Cegah Karies Gigi

  • 30 Jul 2026 06:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 mengembangkan inovasi permen karet fungsional bernama ChewMelo. Produk ini memanfaatkan eritritol dan nano-fluorapatit (nFAp) sebagai bahan aktif yang berpotensi membantu menjaga kesehatan gigi melalui proses remineralisasi email sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.

Dalam pengembangannya, tim menggunakan alga coklat sebagai sumber alginat untuk sintesis hijau nano-fluorapatit, sementara eritritol dipilih sebagai pemanis yang lebih ramah terhadap kesehatan gigi dan sistem pencernaan. Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UGM menawarkan alternatif perawatan preventif yang lebih praktis dan selaras dengan kebiasaan masyarakat.

Pengembangan ChewMelo didorong oleh tingginya prevalensi karies gigi di Indonesia, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Kondisi itu mendorong tim menghadirkan produk yang mudah digunakan sekaligus berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan rongga mulut.

Ketua Tim ChewMelo, Achmad Musa Nurhadi, menjelaskan bahwa permen karet dipilih karena telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari sehingga dinilai lebih mudah diterima sebagai media penghantaran bahan aktif.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang dekat dengan kebiasaan masyarakat sehingga mudah diterapkan. Permen karet merupakan produk yang disukai dan sering dikonsumsi remaja, sehingga memiliki potensi menjadi sarana penghantaran bahan aktif untuk menjaga kesehatan gigi secara lebih praktis,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.

Berbeda dengan produk sejenis di pasaran, ChewMelo menggabungkan nano-fluorapatit dan eritritol untuk memberikan manfaat ganda. Nano-fluorapatit berfungsi menyediakan ion kalsium, fosfat, dan fluorida yang dibutuhkan dalam proses remineralisasi email gigi. Sementara itu, eritritol diketahui mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab karies.

Kombinasi kedua bahan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kekuatan email gigi sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat proses demineralisasi. Pendekatan tersebut menjadi salah satu keunggulan inovasi yang dikembangkan tim PKM-RE UGM.

Inovasi permen karet fungsional bernama ChewMelo. (Foto: Tim ChewMelo PKM-RE 2026)

Untuk mengetahui efektivitasnya, tim melakukan serangkaian pengujian laboratorium. Uji antibakteri di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi UGM menunjukkan penurunan pertumbuhan Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab karies. Sementara itu, pengujian remineralisasi di Laboratorium Bahan dan Produksi Sekolah Vokasi UGM memperlihatkan peningkatan kekerasan email gigi setelah aplikasi eluen permen karet selama tujuh hari, serta kemampuan mempertahankan kekerasan email setelah melalui proses pH cycling.

“Temuan ini menunjukkan bahwa permen karet tidak hanya berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies, tetapi justru membantu mendukung proses remineralisasi gigi,” kata Achmad.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yakni Achmad Musa Nurhadi (Kedokteran Gigi), Dimar Raihan Ganendra Putra (Farmasi), Fajar Sindu Aji (Kedokteran), Najwa Laili Fajri (Teknik Kimia), dan Tsabita Puan Najla (Kedokteran Gigi), dengan bimbingan Dr. drg. Dyah Anindya Widyasrini, M.D.Sc.

Selama proses pengembangan, tim melalui berbagai tahapan mulai dari sintesis hijau nano-fluorapatit, karakterisasi material, formulasi permen karet, hingga pengujian aktivitas biologis. Salah satu tantangan yang dihadapi ialah menghasilkan tekstur permen karet yang tetap elastis dan nyaman dikunyah tanpa mengurangi efektivitas bahan aktif di dalamnya.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang menggabungkan aspek kesehatan, farmasi, dan rekayasa material.

Saat ini, tim masih melanjutkan penelitian melalui pengujian pelepasan ion kalsium, fosfat, dan fluorida guna mengevaluasi lebih jauh potensi remineralisasi produk. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan produk preventif kesehatan gigi yang praktis, berbasis sumber daya lokal, serta mudah diterapkan oleh masyarakat.

Inovasi ChewMelo juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan di bidang kesehatan. Penelitian tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....