Riset UGM Ungkap Potensi Kencur Hitam dan Pegagan untuk Saraf Mata

  • 28 Jul 2026 17:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan penelitian mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai terapi pendamping bagi penderita neuritis optik atau radang saraf mata. Hasil awal penelitian menunjukkan kombinasi kencur hitam (Kaempferia galanga) dan daun pegagan (Centella asiatica) berpotensi membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien.

Daun pegagan selama ini dikenal sebagai tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, sedangkan kencur merupakan rempah yang umum digunakan sebagai bahan jamu. Melalui pendekatan ilmiah, kedua tanaman tersebut kini diteliti untuk mengetahui efektivitasnya dalam mendukung penanganan gangguan saraf mata.

Dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D., Sp.M., FRSPH., dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM mengatakan penelitian tersebut berangkat dari besarnya potensi tanaman herbal lokal yang dipadukan dengan pembuktian berbasis sains. Menurutnya, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memiliki peluang dikembangkan sebagai terapi pendamping bagi pasien neuritis optik.

“Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal khas Yogyakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian tematis bertajuk “Wedang Sahaja: Formulasi Daun Pegagan dan Kencur Hitam sebagai Suplemen Pasien Saraf Mata melalui Pemberdayaan UMKM dan Komunitas Difabel di Kota Yogyakarta” pada Rabu, 22 Juli 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sementara itu, dr. Muhammad Taufiq Hidayat dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM menjelaskan hingga kini terapi utama untuk neuritis optik akut masih mengandalkan pemberian kortikosteroid dosis tinggi. Meski demikian, tim peneliti terus mengembangkan alternatif terapi pendamping yang memiliki efek neuroprotektif untuk mendukung pemulihan pasien.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi memberikan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien neuritis optik akut,” katanya.

Penelitian tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan produk herbal berbasis potensi lokal. Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur sekaligus Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Rika Fatimah, mengatakan edukasi kepada masyarakat penting dilakukan agar semakin banyak konsumen memilih produk hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, produk lokal memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk industri berskala besar sehingga memerlukan dukungan ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan usaha.

Rika menambahkan, pemanfaatan kencur hitam dan daun pegagan tidak hanya berorientasi pada inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petani, UMKM, komunitas difabel, akademisi, pemerintah hingga konsumen, produk herbal lokal diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif sekaligus sektor wellness berbasis potensi daerah.

“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet namun pada konsep rezeki melalui kemampuan membangun keunikan produk, menjaga kesejahteraan para pelaku usaha, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....