Pemkab Kulon Progo Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Jelang MPLS
- 28 Jul 2026 12:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Triyono menyampaikan bahwa peninjauan tersebut dilakukan oleh Tim Transisi untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang sebelum para siswa baru memulai kegiatan MPLS dan program matrikulasi.
"Hari ini kita mengecek langsung persiapan dan kesiapan semuanya, agar MPLS nanti dapat berjalan dengan baik. Setelah MPLS, anak-anak akan langsung masuk kelas untuk mengikuti program matrikulasi," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.
Secara umum, Triyono menilai kesiapan fisik bangunan dan gedung sekolah sudah memadai. Kendati demikian, masih terdapat pengerjaan akhir berupa pembersihan sisa-sisa material konstruksi.
Mengingat kondisi cuaca pada musim kemarau, ia mengimbau pihak sekolah dan pelaksana proyek agar mengondisikan para siswa supaya tidak mendekati area pengerjaan demi menjaga keamanan serta kesehatan.
"Kami meminta Kepala Sekolah untuk memantau anak-anak agar tidak mendekati area pembersihan, karena kondisi kemarau ini rapi berdebu dan terdapat sisa material. Pelaksana proyek juga diharapkan ikut menjaga kondisi lingkungan agar aktivitas anak-anak tetap aman," ucapnya.
Terkait pemenuhan fasilitas dasar seperti air bersih, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menyiapkan skema penanganan sementara. Tandon air yang tersedia akan diisi secara berkala menggunakan armada tangki PDAM sembari menunggu penyelesaian penyambungan jaringan SPAM Kamijoro yang diproyeksikan selesai pada Oktober mendatang.
Sementara itu untuk ketersediaan tenaga pengajar, Pemkab Kulon Progo berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kementerian Agama (Kemenag), Balai Dikmen, hingga dukungan dari Sekolah Rakyat (SR) terdekat, yakni SR 19 dan SR 20. Dari total kebutuhan 37 guru, saat ini telah terpenuhi sebanyak 35 guru dan dinyatakan siap mengawal tahap awal pembelajaran.
Melalui Sekolah Rakyat yang difasilitasi sistem asrama ini, Triyono berharap dapat terbentuk wadah pembinaan karakter bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (desil 1 dan 2) serta anak putus sekolah.
"Harapan kami, anak-anak di Sekolah Rakyat ini dapat fokus belajar, menuntaskan pendidikan hingga jenjang SLTA atau bahkan perguruan tinggi. Melalui pendidikan ini, kita optimistis mereka kelak mampu memutus mata rantai kemiskinan di keluarganya masing-masing," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....