dr. Grace UKDW Sebut NAPZA Ancam Generasi Indonesia Emas 2045
- 26 Jul 2026 07:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Indonesia terus menyiapkan generasi unggul dan bebas Napza menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan oleh pakar kesehatan masyarakat dari Fakultas Kedokteran UKDW dr. Grace dalam perbincangan Obrolan Asta Cita di RRI Pro 4 Yogyakarta.
Dalam dialog tersebut, dr. Grace menjelaskan bahwa NAPZA merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif berbahaya lainnya yang memiliki dampak merusak bagi tubuh. Ia menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan ketiga kelompok zat tersebut agar dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Menurut dr. Grace, persoalan penyalahgunaan NAPZA hingga saat ini masih menjadi tantangan besar di Indonesia karena angkanya yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Fenomena ini kian memprihatinkan lantaran sebagian besar pengguna zat terlarang tersebut berasal dari kelompok usia remaja,” katanya.
Para remaja yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri rentan terjerumus akibat dorongan untuk membuktikan diri di lingkungan sosialnya. Kesalahan dalam mengambil langkah ini berpotensi merusak masa depan serta menurunkan produktivitas generasi muda secara signifikan.
Penyalahgunaan NAPZA membawa dampak yang sangat buruk bagi kesehatan fisik serta kondisi mental penggunanya. Pemakaian jangka panjang berisiko memicu penyakit berat seperti gangguan jantung, stroke, hingga infeksi menular seperti hepatitis dan HIV.
Selain mengancam kesehatan fisik, zat berbahaya ini juga memicu masalah psikologis serius seperti depresi, kecemasan berlebih, hingga risiko bunuh diri. Oleh sebab itu, kewaspadaan terhadap gejala awal dan perubahan perilaku pengguna harus ditingkatkan oleh lingkungan sekitar.
Perubahan perilaku seperti sikap menarik diri, penurunan prestasi, dan pola tidur tidak teratur menjadi indikator penting yang perlu diwaspadai. Upaya pencegahan NAPZA membutuhkan kolaborasi erat antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, serta media demi menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....