MACI Yogyakarta Rayakan Tiga Puluh Sembilan Tahun Penuh Kebersamaan Abadi

  • 23 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komunitas Motor Antik Club Indonesia (MACI) Yogyakarta memperingati hari ulang tahun ke-39 dengan menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk "Sangkan Paraning Dumadi" pada Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antaranggota dan masyarakat.

Ketua MACI Yogyakarta Atmaji Apriliyanto mengatakan tema "Sangkan Paraning Dumadi" dipilih karena mengandung makna filosofis mengenai asal dan tujuan kehidupan. Nilai tersebut menjadi landasan perjalanan MACI Yogyakarta sebagai komunitas yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap motor antik dan rasa persaudaraan.

"Segala sesuatu memiliki asal dan tujuan. Begitu pula MACI Jogja, ia bukan tujuan perjalanan, melainkan lantaran yang mempertemukan hati-hati yang ingin tetap bersama dalam saudara," katanya.

Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur dalam perayaan HUT ke-39 Motor Antik Club Indonesia (MACI) Yogyakarta. (Foto: Dok. MACI Yogyakarta)

Atmaji menjelaskan, keberadaan motor antik hanyalah media yang mempertemukan orang-orang dengan semangat dan nilai sama. Di balik hobi merawat kendaraan klasik, tumbuh ikatan kekeluargaan yang terus terjalin melalui berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan.

Ia menambahkan bahwa perjalanan sebuah komunitas tidak terlepas dari berbagai tantangan dan perubahan. Namun, nilai kebersamaan menjadi fondasi utama yang membuat MACI Yogyakarta tetap bertahan hingga memasuki usia ke-39.

"Besi bisa berkarat, cat bisa memudar, dan mesin bisa menua. Namun kebersamaan akan tetap hidup selama hati masih saling menyapa," ucapnya.

Di bawah semangat "Sangkan Paraning Dumadi", keluarga besar Motor Antik Club Indonesia (MACI) Yogyakarta merayakan perjalanan 39 tahun dengan memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. (Foto: Dok. MACI Yogyakarta)

Menurut Atmaji, selama 39 tahun perjalanan MACI Yogyakarta, para anggota telah belajar mengenai arti kekompakan, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga komitmen. Dinamika yang dihadapi justru menjadi pengalaman berharga yang memperkuat semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Motor tua hanyalah alasan untuk bercengkerama. Persaudaraanlah tujuan yang utama," katanya.

Melalui kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan, MACI Yogyakarta ingin menunjukkan bahwa komunitas otomotif tidak hanya berfokus pada hobi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Memasuki usia ke-39, MACI Yogyakarta berharap semangat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial terus menjadi napas dalam setiap aktivitas komunitas. MACI Yogyakarta optimistis dapat terus berkembang sebagai rumah bersama bagi para pencinta motor antik sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....