Produktif di Lahan Terbatas, KWT Anugerah Bumi Budidayakan Tanaman Sayur Organik

  • 22 Jul 2026 15:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Lahan sempit tak menjadi penghalang bagi warga RT 5 RW 19 Padukuhan Dukuh, Kalurahan Tridadi, Sleman untuk mewujudkan ketahanan pangan. Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Anugerah Bumi puluhan ibu berhasil mengubah lahan terbatas menjadi kebun produktif yang menghasilkan berbagai jenis sayuran dan bernilai ekonomi.

Wakil Ketua KWT Anugerah Bumi Yeni Sulistyowati menjelaskan keberadaan KWT Anugerah Bumi berawal dari kegiatan menghias lingkungan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan pada Agustus tahun lalu. Saat itu, warga RT 5 memanfaatkan tanaman sayuran sebagai dekorasi lingkungan. Setelah perlombaan selesai, tanaman tersebut tidak dibiarkan begitu saja, melainkan dikembangkan menjadi kebun bersama yang kini menjadi KWT.

"Setelah Agustus itu tidak dipakai, akhirnya kita lanjutkan menjadi KWT yang nantinya akan kita manfaatkan untuk ketahanan pangan RT 5," ujar Yeni, Rabu, 22 Juli 2026.

Berbagai komoditas ditanam secara bergantian. Mulai dari sawi, kangkung, bayam, terong, gambas, tomat, cabai hingga sereh. Sistem tanam bergilir diterapkan agar lahan tetap produktif sekaligus menghindari kejenuhan terhadap satu jenis tanaman. Beragamnya jenis tanaman yang dibudidayakan menjadikan waktu panen tidak bersamaan. Dengan demikian, hasil panen dapat diperoleh secara bergantian sepanjang musim. Yeni menuturkan hasil panen tidak hanya dikonsumsi oleh warga, tetapi juga dipasarkan ke lingkungan sekitar sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok.

"Alhamdulillah hasilnya sudah kita nikmati bersama dengan warga. Setelah itu sisanya kita jual ke tempat lain supaya kita mendapatkan income untuk kepentingan kita bersama," ucapnya.

Anggota KWT Anugerah Bumi Sutinem menjelaskan budidaya dilakukan menggunakan pupuk kandang dan mengedepankan sistem pertanian organik. Pengendalian hama pun dilakukan secara manual tanpa menggunakan pestisida kimia.

"Kalau ada ulat langsung diambil dan dimatikan. Jadi tidak disemprot karena ini organik," kata Sutinem.

Untuk tanaman sawi, satu bedeng lahan mampu menghasilkan sekitar 10 kilogram dalam sekali panen. Sementara hasil panen terong menyesuaikan tingkat kematangan buah sehingga jumlahnya tidak selalu sama. Hingga saat ini, belum ada bantuan pemerintah. Semua operasional perawatan kebun dilakukan secara mandiri oleh anggota. Sementara proses budidaya didampingi oleh warga yang memiliki pengalaman bertani.

Di tengah prediksi musim kemarau tahun ini yang diperkirakan lebih kering, keberadaan kebun pangan yang dikelola secara terencana menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga. Dengan pola tanam yang beragam, warga tidak hanya lebih siap menghadapi potensi dampak kemarau, tetapi juga memiliki sumber pendapatan tambahan yang dapat menopang ekonomi keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....