Sejumlah Siswa SMP Negeri 3 Wates dilarikan ke Puskesmas Wates
- 21 Jul 2026 14:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Sejumlah siswa SMP Negeri 3 Wates Kulon Progo, dilaporkan mengalami masalah gangguan pencernaan, Selasa 21 Juli 2026. Hal ini diketahui saat pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah tersebut.
Tim medis termasuk dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) PPNI Komisariat Selatan Kulon Progo, bergerak cepat melakukan penanganan medis dan evakuasi bagi siswa yang membutuhkan perawatan.
Kepala Puskesmas Wates, dr. Salamah Sri Nurhayati, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terungkap ketika petugas medis tengah menjalankan jadwal cek kesehatan rutin di sekolah. Di tengah kegiatan, didapati sejumlah siswa mengeluhkan gejala mual dan diare. Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mengeluhkan gejala yang sama terus bertambah.
"Kegiatan cek kesehatan gratis kemudian kita alihkan ke kelas lain yang aman. Sementara siswa yang mengalami gejala seperti mual, muntah, maupun diare, langsung kita evakuasi dan rujukan ke Puskesmas Wates menggunakan ambulans," ujarnya.
Berdasarkan data pemeriksaan pihak Puskesmas Wates, tercatat sebanyak 27 siswa dirujuk dan mendapat penanganan di puskesmas, yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki.
Gejala yang dialami para siswa, ungkap Salamah, seperti diare, mual, muntah, nyeri perut, hingga demam. Petugas medis telah memberikan penanganan awal berupa pemeriksaan fisik serta pemberian obat-obatan sesuai dengan keluhan masing-masing pasien.
Selain memberikan tindakan medis, tim medis juga telah mengambil sampel muntahan dan Feses para siswa untuk dilakukan pengujian laboratorium guna mengetahui penyebab pasti dari gangguan pencernaan tersebut.
Mengenai kondisi para siswa, Salamah menyampaikan bahwa secara umum keadaan para pasien saat ini sudah membaik dan kooperatif. Tidak ada siswa yang memerlukan rawat inap maupun rujukan lanjutan ke rumah sakit.
Mengenai dugaan penyebab kejadian, Salamah menyebutkan bahwa berdasarkan anamnesa awal, terdapat kesamaan konsumsi makanan dari program MBG pada para siswa yang terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa pihak medis belum dapat menyimpulkan peristiwa ini sebagai kasus keracunan makanan sebelum hasil uji laboratorium keluar secara resmi.
"Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau faktor lain sebelum ada hasil pemeriksaan laboratorium resmi. Kondisi siswa saat ini relatif membaik dan terus kami pantau. Jika ada keluhan lanjutan setelah pulang, kami imbau segera periksakan kesehatan," ujarnya.
Salah satu orang tua siswa, Ika Aprianingsih, warga Karangwuni, menyampaikan, jika Kenzi, mengeluhkan sakit perut dan harus beberapa kali ke kamar mandi sejak malam hari sebelum penanganan medis di sekolah.
"Anak saya mengeluh sakit perut dan beberapa kali ke kamar mandi sejak malam. Harapan kami ke depannya, ada peningkatan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak, serta anak-anak juga diberikan edukasi agar lebih berhati-hati dan memperhatikan tekstur atau kondisi makanan sebelum dikonsumsi," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....