Sejumlah Sekolah di Bantul Sepi Peminat, Ini Penjelasan Wabup
- 20 Jul 2026 10:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta buka suara terkait fenomena sejumlah sekolah di wilayah Bumi Projotamansari yang sepi peminat pada tahun ajaran 2026/2027. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terjadi di Bantul saja, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain di Indonesia.
Kepada awak media, Aris menyatakan bahwa penurunan jumlah murid baru dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya yakni minimnya jumlah anak usia sekolah di beberapa wilayah.
“Bisa juga karena kesadaran masyarakat terkait Keluarga Berencana (KB) semakin tinggi sehingga membatasi jumlah anak. Bahkan trennya anak muda ada yang menunda perkawinan dan menunda punya anak,” ucapnya, Minggu, 19 Juli 2026.
Aris pun menilai fenomena tersebut bukanlah persoalan besar. Sebab, fenomena sekolah yang kekurangan peserta didik juga tidak terjadi secara menyeluruh.
“Sekolah yang minim murid baru kan tidak seluruhnya, hanya beberapa saja dan tidak banyak. Saya penyebabnya bukan karena proses belajar atau anak tersebut tidak mampu sekolah, jadi bukan masalah yang besar,” ujarnya.
Meski begitu, pihaknya memastikan jika pemerataan pendidikan di Kabupaten Bantul akan terus dilakukan. Aris menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus mendorong anak-anak di wilayahnya untuk mengenyam pendidikan.
“Tidak ada anak yang tidak sekolah, kami sudah antisipasi itu. Semua dukuh kami imbau untuk memastikan semua warganya bisa sekolah. Kalau ada kendala biaya atau yang lainnya segera lapor ke kami dan akan kami fasilitasi,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan, terdapat sebanyak 12 SD dan 10 SMP di Kabupaten Bantul yang kekurangan murid baru dengan jumlah yang cukup signifikan.
“Jadi sekolah SD baik negeri maupun swasta, itu yang mendapatkan antara nol hingga lima siswa ada sebanyak 12 sekolah. Sementara untuk SMP swasta yang memperoleh nol sampai lima murid saja itu ada 10 sekolah. Untuk sementara angkanya itu,” ucapnya.
Meski begitu, ia menyebut bahwa tren penurunan jumlah murid baru sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Disdikpora Bantul pun tengah melakukan kajian untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan tersebut.
“Memang secara umum dari tahun ke tahun siswanya semakin sedikit, trennya seperti itu. Nanti akan kami kaji lebih teliti tentang penyebab sebenarnya, dan langkah-langkah selanjutnya harus seperti apa,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....